akhirnya minum obat juga. Fludane and terpaksa amoxicilin harus kutelan. Karena pagi ini aku harus ngMC. Bagaimanapun kondisi harus fit. Karena 2 jam aku harus memandu acara. Mana pake bahasa Inggris lagi. ... Alhamdulillah acara berjalan lancar.Penampilan tari pendukung dan paduan suara, membuat suasana pertemuan antara saudara serumpun Kulliyyah Pharmacy, International Islamic University Malaysia dan Program Studi Farmasi UHAMKA semakin meriah.
Acara diawali dengan sebuah tari "Tari Pasambahan" kemudian Pembacaan ayat-ayat suci al Qur'an. Kemudian tari Piring, Paduan Suara UHAMKA dan diakhiri dengan foto bersama.
Rombongan dari Malaysia dipimpin oleh Dr. Mohammad Taher dan Dr. Maryanto serta Hj. Rohani.
Dari UHAMKA hadir Bapak Rektor, WR I, dan Wkl Dekan I, serta para dosen.
Tak terasa, berdiri dua jam. Usai sudah acara dan ditutup dengan hamdallah.
Alhamdulillah..... badan ini bisa diajak kompromi, nggak batuk atau flu di tengah acara.
Sekarang istirahat dulu.... makan nasi, minum obat dan istirahar dulu.....
Semoag besok pagi benar-benar pulih. Amien.
Popular Posts
-
Daun Salam, Mengobati Diabetes, Mengusir Diare Natural Healing Aku cari-cari tanaman obat e.... ketemu DAUN SALAM. Daun ini kan murah dan mu...
-
Ayah saya suka sayur bening "cenil", dan makannya juga bisa lahap. Akhirnya saya browsing di internet.... aku cari cenil...... tap...
-
Selada, Mengeluarkan Nikotin dan Mengusir Kanker Beberapa restoran fast food telah meninggalkan selada dalam menu-menunya, padahal begitu ba...
-
7 spiritual core values (nilai dasar ESQ) yang diambil dari Asmaul Husna yang harus dijunjung tinggi sebagai bentuk pengabdian manusia kepad...
-
selama kurang lebih seminggu ( 25-2-07 sd 2-03-070 aku mengikuti diklat editor buku yang diadakan oleh PUSGRAFIN bertempat di HT. Graha Din...
-
Aku janji mau nulis tentang hexagonal water. Apa.... ya? yang yang kurasakan ajalah. Setelah minum air hexagonal, ya... kalau ke 'belaka...
-
Benar-benar flu dech..... semalam tidur nggak nyenyak karena hidung tersumbat dan flu. Semoga Allah mengangkat penyakitku dan mengampuni seg...
-
Pagi ini pukul 07.20 aku sudah berangkat ke kampus. karena pagi ini pukul 07.30 akan ada acara audiensi antara mahasiswa dengan pimpinan Dek...
Sunday, April 20, 2008
Thursday, April 17, 2008
Demam
Udah dua hari ini badanku agak greges dan demam. Tapi 'tak antepi" aja. Aku tahan nggak minum obat. Hanya suplemen yang kuminum. Kuminum Omega, Enervon-C, Klorofil, dan permen jahe tak henti-hentinya.
Mendingan siich, tenggorokan yang agak radang berkurang.Demam-demam di badan berkurang. Tapi.... masih terasa juga.
Mudah-mudahan cepet baikan lah. Sedih.... kalau sakit sendirian. Nggak ada siapa-siapa. Ayah tiada, ibu tiada.
Ya Allah berilah aku kekuatan dan jauhkan aku dari rasa demam ini. Sehat aku ya Allah. Amien.
Mendingan siich, tenggorokan yang agak radang berkurang.Demam-demam di badan berkurang. Tapi.... masih terasa juga.
Mudah-mudahan cepet baikan lah. Sedih.... kalau sakit sendirian. Nggak ada siapa-siapa. Ayah tiada, ibu tiada.
Ya Allah berilah aku kekuatan dan jauhkan aku dari rasa demam ini. Sehat aku ya Allah. Amien.
Monday, April 14, 2008
Rapat pengelolaan Website
Jum'at lalu, 11 April, aku ke Jogja. By train, aku turun di Klaten jam 07.00. Langsung ke rumah,kemudian ziarah ke makam Bapak dan Simbok. Pukul 11.00 langsung ke Jogja ke kanttor PPNA di Ahmad Dahlan Jogja. Baru kali kedua aku ke kantor ini. Dari Klaten by Bus turun di Janti. Lalu ganti Taxi. Wa...h mahal juga 40 ribu tanpa argo. Ya sudahlah... lha wong aku nggak tahu jalan kok. yang penting sampai ke alamat yang dituju dengan selamat.
Di Jogja agendanya padat banget, rapat yang pertama dalah rapat OC dan SC Muktamar yang Insya Allah akan dilangsungkan di Makasar bulan Nopember 2008. Kemudian Rapat Pelatihan Mubalighot NA, dan terakhir Rapat pengelolaan Website.
Pukul 22.34 aku langsung kembali ke Jkt dengan KA yang dari Malang. Sampai di Jkt pkl. 07.00 dan pulang ke rumah, siap-siap untuk ngantor. Karena hari Sabtu kantorku gak libur.
Di Jogja agendanya padat banget, rapat yang pertama dalah rapat OC dan SC Muktamar yang Insya Allah akan dilangsungkan di Makasar bulan Nopember 2008. Kemudian Rapat Pelatihan Mubalighot NA, dan terakhir Rapat pengelolaan Website.
Pukul 22.34 aku langsung kembali ke Jkt dengan KA yang dari Malang. Sampai di Jkt pkl. 07.00 dan pulang ke rumah, siap-siap untuk ngantor. Karena hari Sabtu kantorku gak libur.
Persiapan ngMC
Baru kali ini aku sibuk banget untuk persiapan ngMC. Bolak balik aku browsing di internet. Tapi nggak ketemu juga. Masalahnya adalah aku harus ngMC pake bahasa Inggris. Meski sudah terbiasa ngMC, tapi kan pake bahasa Indonesia. Aku juga sudah ke toko buku di Book City, Plaza Buaran, e... nggak dapat juga.
Mau ke Gramed, belum sempat. Ya.... sudah.
Akhirnya aku buat pelan-pelan persiapan ngMC Inggris. O iya, .... timbul ide, kenapa tidak nanya ke temannku aja yang dosen bahasa Inggris itu.
Kucoba buat skirp Indonesia and Inggrisnya, lalu kufax untuk kumintakan tolong perbaikannya dan koreksiannya.
Maklum, bukan bahasa kita.
Acaranya sich masih lama, seminggu lagi. Yaitu ntar senin, 21 April. Mudah-mudahan aja berjalan lancar. Amien.
Mau ke Gramed, belum sempat. Ya.... sudah.
Akhirnya aku buat pelan-pelan persiapan ngMC Inggris. O iya, .... timbul ide, kenapa tidak nanya ke temannku aja yang dosen bahasa Inggris itu.
Kucoba buat skirp Indonesia and Inggrisnya, lalu kufax untuk kumintakan tolong perbaikannya dan koreksiannya.
Maklum, bukan bahasa kita.
Acaranya sich masih lama, seminggu lagi. Yaitu ntar senin, 21 April. Mudah-mudahan aja berjalan lancar. Amien.
Thursday, March 13, 2008
Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun
Kamis, 6 Maret 2008 merupakan hari duka bagiku dan keluargaku. Ayahku berpulang menghadap Illahi dalam usia 63 tahun. Ayahku lahir 12 Sept 1945 dan meninggal 6 Maret 2008. Pada Bulan yang sama Maret 2007 Ibuku telah mendahului menghadap Illahi Robbi tepatnya 21 Maret 2007 dalam usia 65 tahun.
Pukul 12.30 Ustad 'Alim menelponku dan mengabarkan bahwa ayahku meninggal. Aku langsung berangkat ke Bandara. Dengan naik taxi, aku menuju terminal IA, ternyata penerbangan Lion Air, full. Karena memang besok adalah hari libur. Sehingga wajar kalau penerbangan ke Jogja penuh. Aku lalau menyusuri jalan sepanjang terminal menuju ke terminal IB, aku tanya ke Sri Wijiya dan Batavia, nggak dapat. Lalu aku menuju terminal IC, aku ke Adam Air, alhamdulillah dapat tiket penerbangan Pk. 17.30. Aku lalu minta tolong ke petugas, bagaimana caranya aku bisa ikut penerbangan yang jam 16.30.karena aku ditunggu pemakaman ayah. Lalu oleh petugas, saya disuruh cek ini pukul 16.00 langsung ke counter 6. Dan alhamdulillah aku bisa ikut penerbangan jam 16.30. Aku langsung telpon bu Ummu, ku kabarkan bahwa aku bisa terbang lebih cepat satu jam. Dan aku mohon agar ditunggu.
Penerbangan Jakarta Jogja, rasanya lama banget, aku ingin cepat sampai. Sepanjang perjalanan, air mataku mengalir. Teringat ayah. Aku berdoa, agar penerbangan selamat, karena mengingat cuaca yang kurang bagus. Sampai di rumah, kudapati jasad ayah terbungkus kain kafan. Lalu oleh tetanggaku, dibukakan kain penutup jasad ayahku dan diperlihatkan wajah ayahku. Kucium dahi ayahku dengan pelan dan hati-hati, agar jangan sampai air mata menetes di wajahnya. Selamat Jalan Ayah. Semoga Allah merahmatimu. Kemudian aku ambil air wudhu, aku sholat maghrib dan dietruskan sholat jenazah. Setelah itu jenazah diberangkatkan ke pemakaman. Aku mengikuti di belakang iring-iringan jenazah yang berjalan dengan cepat. Aku ikut sampai ke pemakaman. Tapi tidak sampai melihat penguburan ayah, karena tidak diperbolehkan. Aku lalu diajak pulang ke rumah oleh Bu Khusnul.Katanya, besok saja ke pemakamannya. perempuan nggak boleh ikut. Aku menurut saja, dan pulang bersama sepupuku dengan diantar oleh bu Khusnul. Sampai di rumah, tak lama kemudian teman-temanku dari PPNA Jogja datang. Ada Mbak Evi, Ocha, Mbak Nurhid, dll. Mereka mengucapkan belasungkawa dan duka cita atas meninggalnya ayah.
Selamat jalan Pak, Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahanmu serta memberikan tempat yang layak disisiNya. Amien.
Pukul 12.30 Ustad 'Alim menelponku dan mengabarkan bahwa ayahku meninggal. Aku langsung berangkat ke Bandara. Dengan naik taxi, aku menuju terminal IA, ternyata penerbangan Lion Air, full. Karena memang besok adalah hari libur. Sehingga wajar kalau penerbangan ke Jogja penuh. Aku lalau menyusuri jalan sepanjang terminal menuju ke terminal IB, aku tanya ke Sri Wijiya dan Batavia, nggak dapat. Lalu aku menuju terminal IC, aku ke Adam Air, alhamdulillah dapat tiket penerbangan Pk. 17.30. Aku lalu minta tolong ke petugas, bagaimana caranya aku bisa ikut penerbangan yang jam 16.30.karena aku ditunggu pemakaman ayah. Lalu oleh petugas, saya disuruh cek ini pukul 16.00 langsung ke counter 6. Dan alhamdulillah aku bisa ikut penerbangan jam 16.30. Aku langsung telpon bu Ummu, ku kabarkan bahwa aku bisa terbang lebih cepat satu jam. Dan aku mohon agar ditunggu.
Penerbangan Jakarta Jogja, rasanya lama banget, aku ingin cepat sampai. Sepanjang perjalanan, air mataku mengalir. Teringat ayah. Aku berdoa, agar penerbangan selamat, karena mengingat cuaca yang kurang bagus. Sampai di rumah, kudapati jasad ayah terbungkus kain kafan. Lalu oleh tetanggaku, dibukakan kain penutup jasad ayahku dan diperlihatkan wajah ayahku. Kucium dahi ayahku dengan pelan dan hati-hati, agar jangan sampai air mata menetes di wajahnya. Selamat Jalan Ayah. Semoga Allah merahmatimu. Kemudian aku ambil air wudhu, aku sholat maghrib dan dietruskan sholat jenazah. Setelah itu jenazah diberangkatkan ke pemakaman. Aku mengikuti di belakang iring-iringan jenazah yang berjalan dengan cepat. Aku ikut sampai ke pemakaman. Tapi tidak sampai melihat penguburan ayah, karena tidak diperbolehkan. Aku lalu diajak pulang ke rumah oleh Bu Khusnul.Katanya, besok saja ke pemakamannya. perempuan nggak boleh ikut. Aku menurut saja, dan pulang bersama sepupuku dengan diantar oleh bu Khusnul. Sampai di rumah, tak lama kemudian teman-temanku dari PPNA Jogja datang. Ada Mbak Evi, Ocha, Mbak Nurhid, dll. Mereka mengucapkan belasungkawa dan duka cita atas meninggalnya ayah.
Selamat jalan Pak, Semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahanmu serta memberikan tempat yang layak disisiNya. Amien.
Monday, February 04, 2008
HEXAGONAL WATER

Aku janji mau nulis tentang hexagonal water. Apa.... ya? yang yang kurasakan ajalah.
Setelah minum air hexagonal, ya... kalau ke 'belakang' lancar. Racun-racunnya keluar kali ya. Badan lumayan ringan lah. Tapi ya harganya cukup mahal. Rp 9500/btl. Bagusnya konsumsi 1 botol tiap pagi. ataubisa juga setengah pagi. setengah malam jelang tidur. Tapi... ya itu tadi kalau diminum jelang tidur..... sering terbangun karena pingin pipis melulu. Bisa 3- 4 kebangun dech. ..... Itu aja ya.... tentang Hexagonal Water.
Lagi..... tentang Selada Air
Selada, Mengeluarkan Nikotin dan Mengusir Kanker
Beberapa restoran fast food telah meninggalkan selada dalam menu-menunya,
padahal begitu banyak kandungan gizi yang terdapat di dalamnya. Sebut saja
vitamin C, Beta karoten, kalsium, zat besi dan juga anti oksidan.
Menurut tulisan Xenophon dari Yunani, mengonsumsi selada air mentah dalam
jumlah banyak sangat bermanfaat bagi pekerja berat. Sementara ahli herbal
dari Eropa menganjurkan mengonsumsinya karena dapat membantu membersihkan
darah dan memiliki efek stimulasi pada kerja limpa, hati, dan empedu.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa selada air bermanfaat bagi
kesehatan, karena mengandung zat besi, vitamin C, betakaroten, dan
phytonutrient sebagai antioksidan. Pada penelitian terhadap perokok, asap
tembakau penyebab kanker paru yang disebut NNK (Nicotine Derived Nitrosamine
Ketone), mampu dikeluarkan sebagian dengan mengonsumsi 50 gr selada air, 3
kali sehari.
Ini adalah efek dari isothyocynate yang ada pada selada air. Juga disebabkan
adanya kemampuan enzim dalam mengeluarkan zat penyebab kanker. Sekali
mengonsumsi selada air sebanyak 50 gr, akan memberi zat pertahanan 5-10 mgr.
Mengkonsumsi selada air secara rutin dapat mengurangi risiko kanker kolon,
rektum, dan kelenjar gondok.
Hasil penelitian laboratorium mengungkapkan, isothyocynate dalam selada air
mampu menghambat enzim yang membantu kerusakan DNA serta kanker. Mengonsumsi
selada air secara rutin akan mengurangi risiko terhadap kanker.
Selada air juga kaya akan kalsium, mineral yang berperan dalam memperkuat
tulang, gigi, serta kesehatan saraf otot dan darah. Selada air juga
mengandung zat besi, betakaroten, dan vitamin C yang membantu penyerapannya.
Buta senja juga dapat diperbaiki dengan mengonsumsi selada air. Itu karena
sayuran ini mengandung betakaroten yang dibutuhkan untuk pembentukan
penglihatan, pigmen dalam retina, yang dapat membantu melihat dalam
kegelapan.
Beberapa restoran fast food telah meninggalkan selada dalam menu-menunya,
padahal begitu banyak kandungan gizi yang terdapat di dalamnya. Sebut saja
vitamin C, Beta karoten, kalsium, zat besi dan juga anti oksidan.
Menurut tulisan Xenophon dari Yunani, mengonsumsi selada air mentah dalam
jumlah banyak sangat bermanfaat bagi pekerja berat. Sementara ahli herbal
dari Eropa menganjurkan mengonsumsinya karena dapat membantu membersihkan
darah dan memiliki efek stimulasi pada kerja limpa, hati, dan empedu.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa selada air bermanfaat bagi
kesehatan, karena mengandung zat besi, vitamin C, betakaroten, dan
phytonutrient sebagai antioksidan. Pada penelitian terhadap perokok, asap
tembakau penyebab kanker paru yang disebut NNK (Nicotine Derived Nitrosamine
Ketone), mampu dikeluarkan sebagian dengan mengonsumsi 50 gr selada air, 3
kali sehari.
Ini adalah efek dari isothyocynate yang ada pada selada air. Juga disebabkan
adanya kemampuan enzim dalam mengeluarkan zat penyebab kanker. Sekali
mengonsumsi selada air sebanyak 50 gr, akan memberi zat pertahanan 5-10 mgr.
Mengkonsumsi selada air secara rutin dapat mengurangi risiko kanker kolon,
rektum, dan kelenjar gondok.
Hasil penelitian laboratorium mengungkapkan, isothyocynate dalam selada air
mampu menghambat enzim yang membantu kerusakan DNA serta kanker. Mengonsumsi
selada air secara rutin akan mengurangi risiko terhadap kanker.
Selada air juga kaya akan kalsium, mineral yang berperan dalam memperkuat
tulang, gigi, serta kesehatan saraf otot dan darah. Selada air juga
mengandung zat besi, betakaroten, dan vitamin C yang membantu penyerapannya.
Buta senja juga dapat diperbaiki dengan mengonsumsi selada air. Itu karena
sayuran ini mengandung betakaroten yang dibutuhkan untuk pembentukan
penglihatan, pigmen dalam retina, yang dapat membantu melihat dalam
kegelapan.
SELADA AIR (CENIL bhs Jawa)

Ayah saya suka sayur bening "cenil", dan makannya juga bisa lahap. Akhirnya saya browsing di internet.... aku cari cenil...... tapi yang muncul makanan khas jawa, .... lalu aku ingat namanya "Selada Air" alias "cenil" ya.... kutemukan Selada air dengan penjelasan sbb :
SELADA AIR (Watercress)
Sangat kaya akan sulphur, nitrogen dan yodium. Selada air merupakan salah satu pencuci darah yang baik disamping juga merupakan tonic terhadap penyembuhan liver dan ginjal. Untuk membuat Tonic, adukkan juice didalam air dengan perbandingan 1:4 ( satu bagian juice terhadap 4 bagian air ) dan minumlah dua sendok teh penuh delapan kali sehari selama dua minggu.
Sunday, February 03, 2008
AUDIENSI MAHASISWA FARMASI UHAMKA
Pagi ini pukul 07.20 aku sudah berangkat ke kampus. karena pagi ini pukul 07.30 akan ada acara audiensi antara mahasiswa dengan pimpinan Dekanat dan juga akan hadir WR III bidang kemahsiswaan UHAMKA.
Sampai di kantor pak Dekan sudah datang. Pak Sabar juga udah nampak di kebun mempersiapkan acara. Karena setting pertemuan dengan mahasiswa ada di kebun farmasi. Makanan yang disiapkannya pun juga cukup unik. Kacang rebus, ubi rebus, ketela rebus dan jagung rebus. Serta minuman tradisional "bajigur". Wah.... non lemak, non kolesterol, alami lagi......
Acara berlangsung cukup seru, karena disamping audiensi mahasiswa juga sosialisasi pemberdayaan unit kegiatan mahasiswa. Sosialisasi draft SK nya.
Banyak yang disampaikan oleh mahasiswa melalu kesemaptan tanya jawab yang diberikan. Acara selesai kurang lebih pukul 12.
Sampai di kantor pak Dekan sudah datang. Pak Sabar juga udah nampak di kebun mempersiapkan acara. Karena setting pertemuan dengan mahasiswa ada di kebun farmasi. Makanan yang disiapkannya pun juga cukup unik. Kacang rebus, ubi rebus, ketela rebus dan jagung rebus. Serta minuman tradisional "bajigur". Wah.... non lemak, non kolesterol, alami lagi......
Acara berlangsung cukup seru, karena disamping audiensi mahasiswa juga sosialisasi pemberdayaan unit kegiatan mahasiswa. Sosialisasi draft SK nya.
Banyak yang disampaikan oleh mahasiswa melalu kesemaptan tanya jawab yang diberikan. Acara selesai kurang lebih pukul 12.
Macet
Malam ini, Sabtu,2/02/2008 Jakarta macet total tak terkecuali jalan I Gusti Ngurah Rai, jalan yang kulewati untuk sampai ke Jatinegara. Wah..... alamat ketinggalan kereta api nich..... batinku. Sepanjang perjalanan kuberdoa mudah-mudahan aku nggak ketinggalan kereta. Wah.... udah pukul 20.30 nich..... 4 menit lagi jadwal kereta berangkat.
Waduh.... gimana ya? Jalanan masih macet.Ternyata macetnya hanya sampai di Plaza Buaran. Plaza yang baru aja dibuka, ternyata diserbu oleh pembelinya. Sepeda motor penuh sesak, mobilpun tak bergerak. Setelah sampai Plaza Buaran selewat lampu merah, ternyata jalanan udah gak macet. Alhamdulillah. Sampai di Stasiun KA, kereta udah siap berangkat. aku berlari-lari.... wah loket udah tutup nich. Langsung aku bilang ke petugas, saya mau naik KA Senja Utama. Tapi loket dah tutup. Sama petugas jaga, aku langsung disuruh naik ke gerbong KA, dan ke kiri ke arah Restorasi langsung melapor ke petugas berpakaian polisi. Aku disuruh duduk. Dan sebelum pemeriksaan tiket oleh Kondektur, oleh petugas yang berpakaian kaos bercelana biru bersenjata dipinggangnya dan bertopi, aku dimintai bayaran KA. Saya tanya berapa? dia bilang 70rb. Langsung aku ambil uang selembar lima puluhan dan selembar dua puluhan. Kuberikan kepada petugas tadi.
Di samping tempat dudukku ada seorang penumpang perempuan masih muda. Dia juga turun di Klaten. Kebetulan di kursi depan kami kosong, akhirnya kami duduk sendiri-sendiri. Satu orang satu kursi. Kusewa bantal Rp 3000.
Kemudian ketika mata ini tengah terkantuk-kantuk, ada petugas Kondektur menanyakan karcis ke saya, lalu kukatakan "saya sudah bayar ke petugas". Lalu seorang pelayan restorasi mengiyakan dan menunjuk siapa penerima bayaran karcis saya. "Sama itu pak!" Sambil menunjuk ke petugas yang sedang tidur di kursi depan.
Lalu petugas kondektur berlalu.
Tiba di Klaten masih pagi sekitar pukul 07.00. Langsung pulang ke rumah bulik, karena ayahku dirawat disana. Kondisi ayah masih belum berubah. Kumis dan jenggotnya tampak lebat dan tak beraturan. Kuminta air hanta dan handuk kecil. Kuseka wajah ayah biar agak bersih, dan matanya bisa melek kembali. Kurapikan kumis dan jenggotnya dengan gunting. Kupendekkan kuku-kuku di jari kaki dan tangannya. Kain dan sarung yang kotor kuambil dan kumasukkan ke ember lalu kucuci.
Kubawakan "Pampers" dari Jakarta. Kuganti kain dengan "pampers".
Lalu kutanya Bapak pingin makan apa? dia jawab "tongseng atau sate ayam". Lalu aku minta tolong Paklikku untuk beliin makanan tsb. Setelah dapat ternyata yang dimakan cuma satu sedikit. Lalu ayahku pingin makan sayur cenil. Setelah dimasakin sama adik sepupuku, ayahku makannya cukup lumayan. Ternyata dengan sayur bening "cenil" ayahku lahap sekali.
Lalu aku beri minum gamat dan madu. Mudah-mudahan ayah cepat sembuh. Amien.
Ayah menanyakan adikku si Muh. Katanya dia kangen. Kok tega banget dia nggak datang-datang. kata Ayahku. Lalu kuteleponkan.
Menjelang magrib si Muh datang. Dia bawa jarum akupuntur dan bawa alat bekam. Ayahku ditensi diukur tekanan darah dan jantungnya. Kemudian dia mulai bekerja dengan jarum-jarum kecil dan alat bekamnnya. Menjelang magrib, aku pamitan ayah untuk pulang ke Jakarta, karena besok di kampus masih ada ujian. Disertai rintik-rintik hujan aku dianter ke stasiun oleh Paklikku. Dan dengan berlalri-lari beli karcis KA. Maklum waktu dah telah, dan kereta telat juga. Jadi sama-sama.Pas aku masuk ke stasiun, kereta sebentar lagi masuk Stasiun Klaten, diumumkan sama petugas.
Alhamdulillah. Tidak telat. Pukul 05.00 pagi (Senin) aku dah sampai lagi di Jakarta, dan kerja di kantor seperti biasa.
Waduh.... gimana ya? Jalanan masih macet.Ternyata macetnya hanya sampai di Plaza Buaran. Plaza yang baru aja dibuka, ternyata diserbu oleh pembelinya. Sepeda motor penuh sesak, mobilpun tak bergerak. Setelah sampai Plaza Buaran selewat lampu merah, ternyata jalanan udah gak macet. Alhamdulillah. Sampai di Stasiun KA, kereta udah siap berangkat. aku berlari-lari.... wah loket udah tutup nich. Langsung aku bilang ke petugas, saya mau naik KA Senja Utama. Tapi loket dah tutup. Sama petugas jaga, aku langsung disuruh naik ke gerbong KA, dan ke kiri ke arah Restorasi langsung melapor ke petugas berpakaian polisi. Aku disuruh duduk. Dan sebelum pemeriksaan tiket oleh Kondektur, oleh petugas yang berpakaian kaos bercelana biru bersenjata dipinggangnya dan bertopi, aku dimintai bayaran KA. Saya tanya berapa? dia bilang 70rb. Langsung aku ambil uang selembar lima puluhan dan selembar dua puluhan. Kuberikan kepada petugas tadi.
Di samping tempat dudukku ada seorang penumpang perempuan masih muda. Dia juga turun di Klaten. Kebetulan di kursi depan kami kosong, akhirnya kami duduk sendiri-sendiri. Satu orang satu kursi. Kusewa bantal Rp 3000.
Kemudian ketika mata ini tengah terkantuk-kantuk, ada petugas Kondektur menanyakan karcis ke saya, lalu kukatakan "saya sudah bayar ke petugas". Lalu seorang pelayan restorasi mengiyakan dan menunjuk siapa penerima bayaran karcis saya. "Sama itu pak!" Sambil menunjuk ke petugas yang sedang tidur di kursi depan.
Lalu petugas kondektur berlalu.
Tiba di Klaten masih pagi sekitar pukul 07.00. Langsung pulang ke rumah bulik, karena ayahku dirawat disana. Kondisi ayah masih belum berubah. Kumis dan jenggotnya tampak lebat dan tak beraturan. Kuminta air hanta dan handuk kecil. Kuseka wajah ayah biar agak bersih, dan matanya bisa melek kembali. Kurapikan kumis dan jenggotnya dengan gunting. Kupendekkan kuku-kuku di jari kaki dan tangannya. Kain dan sarung yang kotor kuambil dan kumasukkan ke ember lalu kucuci.
Kubawakan "Pampers" dari Jakarta. Kuganti kain dengan "pampers".
Lalu kutanya Bapak pingin makan apa? dia jawab "tongseng atau sate ayam". Lalu aku minta tolong Paklikku untuk beliin makanan tsb. Setelah dapat ternyata yang dimakan cuma satu sedikit. Lalu ayahku pingin makan sayur cenil. Setelah dimasakin sama adik sepupuku, ayahku makannya cukup lumayan. Ternyata dengan sayur bening "cenil" ayahku lahap sekali.
Lalu aku beri minum gamat dan madu. Mudah-mudahan ayah cepat sembuh. Amien.
Ayah menanyakan adikku si Muh. Katanya dia kangen. Kok tega banget dia nggak datang-datang. kata Ayahku. Lalu kuteleponkan.
Menjelang magrib si Muh datang. Dia bawa jarum akupuntur dan bawa alat bekam. Ayahku ditensi diukur tekanan darah dan jantungnya. Kemudian dia mulai bekerja dengan jarum-jarum kecil dan alat bekamnnya. Menjelang magrib, aku pamitan ayah untuk pulang ke Jakarta, karena besok di kampus masih ada ujian. Disertai rintik-rintik hujan aku dianter ke stasiun oleh Paklikku. Dan dengan berlalri-lari beli karcis KA. Maklum waktu dah telah, dan kereta telat juga. Jadi sama-sama.Pas aku masuk ke stasiun, kereta sebentar lagi masuk Stasiun Klaten, diumumkan sama petugas.
Alhamdulillah. Tidak telat. Pukul 05.00 pagi (Senin) aku dah sampai lagi di Jakarta, dan kerja di kantor seperti biasa.
Monday, January 14, 2008
Rekaman di RR
Pagi tadi pukul 05.00 aku dah tiba di Stasiun jatinegara. Aku harus mempersiapkan diri untuk rekaman acara di RRI. Kebetulan aku yang jadi pembawa acara Siaran Pemuda Pilar Tunas bangsa (SIPITUNG), dan sudah satu tahun terakhir ini. Rekaman hanya sebulan sekali. Acaranya disiarkan setiap Selasa kamis sekitar pukul 3 sore.
Cita-citaku sejak kecil memang menjadi penyiar. Dan sekarang sudah kesampaian meskipun nggak fultime. Disamping NgMC, menjadi penyiar adalah hobiku. Kebetulan aku kenal dengan pengarah acaranya. Dahulu yang membawain acara SIPITUNG bukan saya, karena Dia pulang kampung ke Surabaya, maka jadilah aku penggantinya hingga sekarang.
Meski wajahku nggak nampak, tapi suaraku bisa didengar di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan kehadiranku bermanfaat. Amien.
Cita-citaku sejak kecil memang menjadi penyiar. Dan sekarang sudah kesampaian meskipun nggak fultime. Disamping NgMC, menjadi penyiar adalah hobiku. Kebetulan aku kenal dengan pengarah acaranya. Dahulu yang membawain acara SIPITUNG bukan saya, karena Dia pulang kampung ke Surabaya, maka jadilah aku penggantinya hingga sekarang.
Meski wajahku nggak nampak, tapi suaraku bisa didengar di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan kehadiranku bermanfaat. Amien.
Mudik Sabming
Sabtu pagi aku ngMC acara Seminar Kefarmasian dengan Tema "Peran Farmasis dalam Swamedikasi yang Rasional" dengan Pembicara Dr. Muslim Suardi dari Universitas Andalas Padang, di Aula Lt. III Kampus FMIPA UHAMKA.
Sore harinya siap-siap pulang ke Klaten, menengok ayah yang sedang terbaring sakit. Dengan KA Senja Utama Solo, dengan Gerbang KA 4 No. 8B aku berangkat ke Klaten.
Perjalanan kali ini cukup aman, tidak penuh dengan penumpang. Kusewa bantal 2 dan selimut 1 untuk alas. Sampai di Klaten pukul 07.00.
Sebelum tiba di rumah, saya sempatkan belanja dulu di pasar Klaten. Belanja bubur merah kesukaan ayah, jadah dan wajik serta buah pisang.
Ayahku masih belum ada perubahan. masih tergolek lemah tak berdaya. Makan disuapin, minum diminumin.
Adikku merengek minta dibelikan sepeda, katanya kalau ke pasar dia cuma jalan kaki. Kasihan juga.... dia telah rela menjaga ayahku. Seharusnya dia sibuk untuk mencari kerja.. tapi kini dia rela menunggu ayahku di rumah. Semoga Allah memberikan kemudahan kepadanya. Amien.
Sore hari aku bersiap-siap kembali ke Jakarta. namun sebelum itu aku sempatkan ketemu Pak RT. Kamar disebelah timur rusak,gentengnya berjatuhan. Dan aku minta tolong ke Pak RT untuk dibetulkan. Karena keterbatasan dana yang ada aku minta tolong ke pak RT. Insya Allah esok hari akan dibetulkan secara bersama-sama.
Kenapa saya minta tolong ke Pak RT. Ini juga saran dari tetanggaku. Menurut perhitunganku, untuk membetulkan rumah memerlukan dana yang cukup banyak. Aku udah tanyakan ke Pak lik saya, berapa harga bambu per batang? Katanya sekitar 7 ribu. Wah.... setelah kuhitung-hitung biaya yang harus kukeluarkan lumayan banyak.
Akhirnya dengan memberanikan diri kutanyakan ke tetangga sebelah yang kebetulan punya pohon bambu, katanya per pohon 4000. Alhamdulillah.....
dan atas saran pemilik pohon itu juga kutemui pak RT.
Uang 200rb Insya Allah cukup untuk membetulkan kamar yang ambruk itu.
Semoga.
"Ya Allah terima kasih, hari ini Kau beri aku kemudahan dalam urusanku".
Sore harinya siap-siap pulang ke Klaten, menengok ayah yang sedang terbaring sakit. Dengan KA Senja Utama Solo, dengan Gerbang KA 4 No. 8B aku berangkat ke Klaten.
Perjalanan kali ini cukup aman, tidak penuh dengan penumpang. Kusewa bantal 2 dan selimut 1 untuk alas. Sampai di Klaten pukul 07.00.
Sebelum tiba di rumah, saya sempatkan belanja dulu di pasar Klaten. Belanja bubur merah kesukaan ayah, jadah dan wajik serta buah pisang.
Ayahku masih belum ada perubahan. masih tergolek lemah tak berdaya. Makan disuapin, minum diminumin.
Adikku merengek minta dibelikan sepeda, katanya kalau ke pasar dia cuma jalan kaki. Kasihan juga.... dia telah rela menjaga ayahku. Seharusnya dia sibuk untuk mencari kerja.. tapi kini dia rela menunggu ayahku di rumah. Semoga Allah memberikan kemudahan kepadanya. Amien.
Sore hari aku bersiap-siap kembali ke Jakarta. namun sebelum itu aku sempatkan ketemu Pak RT. Kamar disebelah timur rusak,gentengnya berjatuhan. Dan aku minta tolong ke Pak RT untuk dibetulkan. Karena keterbatasan dana yang ada aku minta tolong ke pak RT. Insya Allah esok hari akan dibetulkan secara bersama-sama.
Kenapa saya minta tolong ke Pak RT. Ini juga saran dari tetanggaku. Menurut perhitunganku, untuk membetulkan rumah memerlukan dana yang cukup banyak. Aku udah tanyakan ke Pak lik saya, berapa harga bambu per batang? Katanya sekitar 7 ribu. Wah.... setelah kuhitung-hitung biaya yang harus kukeluarkan lumayan banyak.
Akhirnya dengan memberanikan diri kutanyakan ke tetangga sebelah yang kebetulan punya pohon bambu, katanya per pohon 4000. Alhamdulillah.....
dan atas saran pemilik pohon itu juga kutemui pak RT.
Uang 200rb Insya Allah cukup untuk membetulkan kamar yang ambruk itu.
Semoga.
"Ya Allah terima kasih, hari ini Kau beri aku kemudahan dalam urusanku".
Wednesday, January 02, 2008
Tahun Baru 2008
Tahun baru 2008 aku nikmati perjalanan ke Klaten dengan naik Kereta Api Senja Utama. 31 Des 2007 Pkl. 20.34 WIB. Tiket TTD (Tanpa Tempat Duduk) nggak papa lah. Sudah biasa. Dengan modal 6000rp untuk sewa bantal dan selimut kunikmati perjalanan malam tahun baru ini.
Esok pagi adalah tanggal merah, sehingga kusempatkan untuk ke rumah membawa obat-obatan untuk ayah yang sedang terbaring sakit. Minggu yang lalu aku nggak sempat ke rumah, karena ada perjelanan ke Surabaya dua hari. Ada Pertemuan Regional III, Nasyiatul Aisyiyah di Surabaya. Tempat kegiatan dipusatkan di SMA Muhammadiyah Dua Pucang, Surabaya. Sekolahan bagus banget dan bertingkat. Merupakan sekolah unggulan di Jawa timur.
Perjalanan pulang dari Surabaya sungguh melelahkan. Penerbangan Lion yang semula pkl. 18.45 dicancel menjadi pukul 21.45. Udah gitu ke bandaranya lebih awal lagi. Jam 16.00 aku dan mbak mia dah sampai di Bandara, sekalian nganter mbak wiwid yang terbang ke Jogja duluan.
Ya .... akhirnya kami duduk aja di ruang Bandara Surabaya....
perut mulai laper..... beli makanan sebungkus nasi, plus ayam goreng chiken wings seharga 35,000/porsi plus air jeruk 20,000/gelas. Makanan dan minuman termahal ni..... (dalam hati). Ya sudah lah.....
dinikmati aja....
Sekitar pukul 21.45 kok belum ada panggilan..... untuk masuk ke pesawat ya....?
Ahirnya kami berdua masuk ke ruang tunggu gate 3. E..... ternyata udah kosong semua.. semua penumpang udah naik ke pesawat. wah... telat ni.
Ya sudah akhirnya berlari-larian masuk pesawat.
Sampai di Jakarta udah larut malam sekitar pkl 00.30 tiba di Menteng dan menginap di menteng. Karena kalau pulang ke rumah dan terlalu larut dan ngeri pulang sendirian.
Back to Klaten. Tiba di Stasiun Klaten Pk. 07.30 WIB. Aku dijemput ama paklik naik motor. Sampai di rumah pintu masih tertutup. Adikku masih tidur.
Ku ketuk 3 kali dan ucap salam, ia terbangun dan bukakan pintu.
Kusalami ayah yang terbaring lemah di dipan. Kasihan..... badannya kurus kering......
Hari ini ayahku minta dibelikan ikan lele dan jadah (makanan dari beras ketan). Aku pergi ke pasar. ternyata nggak ada di pasar. Yang dapet hanya ikan lele.
ada bubur merah dicampur grontol. Kubeli 4 bungkus seharga seribu rupiah.
Sampai di rumah kusuapin ayah dengan bubur merah tsb, dan alhamdulillah lahap.
Obat yang kubawa dari Jakarta kuminumkan ternyata, ... dimuntahkan lagi. Tidak tertelah.....
Ayah menolak setiap kali diberi obat. Bahkan obat yang dari Rumah sakit juga masih utuh.. susah untuk minum obat.
Paket pos berupa produk-produk K-link yang kukirimkan sebelum aku berangkat ke Surabaya ternyata belum sampe di rumah. ya.... ternyata ngeposin barang kok lama ya. Lebih cepat kalau dibawa sendiri.......
Semoga besok udah sampai produk itu. Ada Kino penyedot racun, ada gamat dan spirulina (makanan kesehatan berbentuk cair) dan chlorophil.
Mudah-mudahan segera sampai barang-barang itu, dan ayah cepat sembuh. Amien.
Ya Allah....
begitu banyak cobaan yang telah kau berikan kepadaku
mudah-mudahan ini adalah rahmatMu dan bukan adzabMu
mudah-mudahan ini adalah bentuk kasih sayangMu kepadaku
Setelah kau coba aku dengan sakit ibuku hingga sampai meninggalnya ibuku di bulan Maret 2007 awal tahun lalu.
Dan kini di penghujung 2007 ayahku sakit juga......
Semoga Kau berikan yang terbaik buat ayahku ya Allah
kasihanilah di dalam usianya yang tua
dan di dalam kesendiriannya itu
Ya Allah ringankan beban dan derita ayahku....
sehatkan dia ya Allah
dan jika Engkau hendak mengambilnya..
semoga dia dalam keadaan husnul khotimah.
Amien.
Ayahku beberapa hari yang lalu mengeluh
... dah capek..... pengin leren (istirahat)
..... saya mau tidur ... jangan diganggu....
ucapan-ucapan yang menunjukkan betapa dia telah lelah di dalam hidupnya
yang sudah lebih dari 65 tahun......
Sepeninggal ibuku, ayah mungkin kesepian
anak-anaknya di Jakarta semua
Adikku yang ditunggu-tunggu Lebaran untuk pulang
ternyata tidak pulang
hingga dikabarin sakit dia juga tidak pulang
dan baru ..... kemarin ketika dikabari ayah diopname di Rumah sakit
baru dia.... pulang
Dan sekarang gantian yang nemenin ayah,
adikku yang menjaganya sekarang.
Dan aku setiap ada tanggal merah aku sempatkan pulang dengan KA.
meski hanya sehari......dan harus bolak-balik ke Jakarta
Kalau dulu jarak Jakarta-Klaten begitu jauh kurasakan
sekarang jarak itu tidak lagi kurasakan jauh
Ternyata Klaten-Jakarta deket.... kok.
Esok pagi adalah tanggal merah, sehingga kusempatkan untuk ke rumah membawa obat-obatan untuk ayah yang sedang terbaring sakit. Minggu yang lalu aku nggak sempat ke rumah, karena ada perjelanan ke Surabaya dua hari. Ada Pertemuan Regional III, Nasyiatul Aisyiyah di Surabaya. Tempat kegiatan dipusatkan di SMA Muhammadiyah Dua Pucang, Surabaya. Sekolahan bagus banget dan bertingkat. Merupakan sekolah unggulan di Jawa timur.
Perjalanan pulang dari Surabaya sungguh melelahkan. Penerbangan Lion yang semula pkl. 18.45 dicancel menjadi pukul 21.45. Udah gitu ke bandaranya lebih awal lagi. Jam 16.00 aku dan mbak mia dah sampai di Bandara, sekalian nganter mbak wiwid yang terbang ke Jogja duluan.
Ya .... akhirnya kami duduk aja di ruang Bandara Surabaya....
perut mulai laper..... beli makanan sebungkus nasi, plus ayam goreng chiken wings seharga 35,000/porsi plus air jeruk 20,000/gelas. Makanan dan minuman termahal ni..... (dalam hati). Ya sudah lah.....
dinikmati aja....
Sekitar pukul 21.45 kok belum ada panggilan..... untuk masuk ke pesawat ya....?
Ahirnya kami berdua masuk ke ruang tunggu gate 3. E..... ternyata udah kosong semua.. semua penumpang udah naik ke pesawat. wah... telat ni.
Ya sudah akhirnya berlari-larian masuk pesawat.
Sampai di Jakarta udah larut malam sekitar pkl 00.30 tiba di Menteng dan menginap di menteng. Karena kalau pulang ke rumah dan terlalu larut dan ngeri pulang sendirian.
Back to Klaten. Tiba di Stasiun Klaten Pk. 07.30 WIB. Aku dijemput ama paklik naik motor. Sampai di rumah pintu masih tertutup. Adikku masih tidur.
Ku ketuk 3 kali dan ucap salam, ia terbangun dan bukakan pintu.
Kusalami ayah yang terbaring lemah di dipan. Kasihan..... badannya kurus kering......
Hari ini ayahku minta dibelikan ikan lele dan jadah (makanan dari beras ketan). Aku pergi ke pasar. ternyata nggak ada di pasar. Yang dapet hanya ikan lele.
ada bubur merah dicampur grontol. Kubeli 4 bungkus seharga seribu rupiah.
Sampai di rumah kusuapin ayah dengan bubur merah tsb, dan alhamdulillah lahap.
Obat yang kubawa dari Jakarta kuminumkan ternyata, ... dimuntahkan lagi. Tidak tertelah.....
Ayah menolak setiap kali diberi obat. Bahkan obat yang dari Rumah sakit juga masih utuh.. susah untuk minum obat.
Paket pos berupa produk-produk K-link yang kukirimkan sebelum aku berangkat ke Surabaya ternyata belum sampe di rumah. ya.... ternyata ngeposin barang kok lama ya. Lebih cepat kalau dibawa sendiri.......
Semoga besok udah sampai produk itu. Ada Kino penyedot racun, ada gamat dan spirulina (makanan kesehatan berbentuk cair) dan chlorophil.
Mudah-mudahan segera sampai barang-barang itu, dan ayah cepat sembuh. Amien.
Ya Allah....
begitu banyak cobaan yang telah kau berikan kepadaku
mudah-mudahan ini adalah rahmatMu dan bukan adzabMu
mudah-mudahan ini adalah bentuk kasih sayangMu kepadaku
Setelah kau coba aku dengan sakit ibuku hingga sampai meninggalnya ibuku di bulan Maret 2007 awal tahun lalu.
Dan kini di penghujung 2007 ayahku sakit juga......
Semoga Kau berikan yang terbaik buat ayahku ya Allah
kasihanilah di dalam usianya yang tua
dan di dalam kesendiriannya itu
Ya Allah ringankan beban dan derita ayahku....
sehatkan dia ya Allah
dan jika Engkau hendak mengambilnya..
semoga dia dalam keadaan husnul khotimah.
Amien.
Ayahku beberapa hari yang lalu mengeluh
... dah capek..... pengin leren (istirahat)
..... saya mau tidur ... jangan diganggu....
ucapan-ucapan yang menunjukkan betapa dia telah lelah di dalam hidupnya
yang sudah lebih dari 65 tahun......
Sepeninggal ibuku, ayah mungkin kesepian
anak-anaknya di Jakarta semua
Adikku yang ditunggu-tunggu Lebaran untuk pulang
ternyata tidak pulang
hingga dikabarin sakit dia juga tidak pulang
dan baru ..... kemarin ketika dikabari ayah diopname di Rumah sakit
baru dia.... pulang
Dan sekarang gantian yang nemenin ayah,
adikku yang menjaganya sekarang.
Dan aku setiap ada tanggal merah aku sempatkan pulang dengan KA.
meski hanya sehari......dan harus bolak-balik ke Jakarta
Kalau dulu jarak Jakarta-Klaten begitu jauh kurasakan
sekarang jarak itu tidak lagi kurasakan jauh
Ternyata Klaten-Jakarta deket.... kok.
Friday, December 28, 2007
Therapi Air Hexagonal
Kemarin secara tak sengaja aku menemukan air hexagonal di supermarket. Setelah kubaca brosurnya aku tertarik untuk membelinya meski harganya 3.5 kali harga aqua botol 1lt.
Sudah tiga hari ini aku mengkonsumsinya.
Setiap pagi ke belakangnya lancar dan banyak
serta warnanya gelap, mungkin racun-racun di tubuhkan keluar kali.
Ini hari ketiga mengkonsumsi air hexagonal.
Ke kamar kecilnya jadi lebih sering. Ini mungkin efek lainnya.
Kata brosur :
Bila terjadi reaksi/efek penyembuhan (healing process) seperti pusing, mengantuk, sendi-sendi kaku, buang air besar dan kecil berbau tajam, mulut bau dan lain-lain. Jangan khawatir, itu adalah reaksi sementara. Teruskan terapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Bisa menjadikan Aura lebih terang dan sehat. (kata brosurnya)
Ya semoga saya beroleh manfaat dari air hexagonal ini. Amien.
Sudah tiga hari ini aku mengkonsumsinya.
Setiap pagi ke belakangnya lancar dan banyak
serta warnanya gelap, mungkin racun-racun di tubuhkan keluar kali.
Ini hari ketiga mengkonsumsi air hexagonal.
Ke kamar kecilnya jadi lebih sering. Ini mungkin efek lainnya.
Kata brosur :
Bila terjadi reaksi/efek penyembuhan (healing process) seperti pusing, mengantuk, sendi-sendi kaku, buang air besar dan kecil berbau tajam, mulut bau dan lain-lain. Jangan khawatir, itu adalah reaksi sementara. Teruskan terapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Bisa menjadikan Aura lebih terang dan sehat. (kata brosurnya)
Ya semoga saya beroleh manfaat dari air hexagonal ini. Amien.
Thursday, December 27, 2007
Kasihan wanita itu
Tak perlu saya sebut nama maupun inisialnya. Seorang wanita sama seperti saya. Hampir semua orang pernah berurusan dengannya dan diajak bertengkar. Baik dos maupun kary semua pernah berurusan dengannya.
Aku sebagai orang baru, ternyata jadi sasaran juga.
Pagi ini Bosku istrinya keguguran.
Ketika saya bertanya kepadanya, mau menengok nggak Bu?
Dia jawab salam aja, karena dia banyak kerjaan. saya tanya ke teman yang lain, belum juga.
Ya sudah.
Akhirnya ada mahasiswa yang mau nengok. Dan sambil nyeletuk saya berkata : "aku boleh ngikut bonceng nggak? dia jawab boleh Bu. Karena memang anak-anak tsb mau naik motor.
Nggak ada ujung pangkalnya, wanita tadi ngomel. "Saya nggak masuk dua hari aja nggak ada yang nanya. anak sakit dua hari nggak ada yang nengok. Emban cinde eman siladan. (istilah Jawa yang artinya pilih kasih)".
Kami yang ada di ruangan tsb diam saja.
Wanita itu mendatangiku dan berkata " Mbak saya mau bicara empat mata!" sambil menuju mejaku. Dan mulailah dia "muntah". Mengungkit-ungkit semua kebaikan yang pernah dia lakukan. Dari mulai seragam....
Katanya karena dialah aku dapat seragam. karena dia yang mengemis-ngemiskan....."
Aku diam saja.....
kudengarkan saja "muntahannya"
Kemudian dia ungkit-ungkit masalah insentif seorang teman yang katanya "atas usaha dialah akhirnya dapet 300rb. Padahal mustinya hanya 125."
Semua dia ungkit-ungkit.
Masalah yang dulu juga. Padahal waktu itu sudah "titik" selesai!! Nol' kosong-kosong'
berarti "ndak ada masalah"
ternyata wanita mendendam,
Dia menghina aku, "katanya S2, intelek ternyata hatinya........
"Silahkan mengadu ke Pak I, ke Rektor,....."
Ya Allah, Wanita ini kenapa?
Saya cuma katakan " Hanya Allah yang tahu hati manusia Bu"
Belum terpuaskan "muntah"nya dan "hajat"nya aku stop aja dengan berkata:
"Sudah cukup bu. Maaf saya mau ke Kantor pos. mau ngeposin obat"
Lalu aku berkemas sambil berlalu pergi.
Aku segera ke ATM ambil uang dan pergi beli obat. Pulang ke rumah.
Mengemas obat dan buah ke dalam kardus dan ke kantor pos.
Langsung ke Melawai cari obat yang lain yang masih kurang
Ambil uang di Balqis (Setoran bulanan Koperasi)
Buat laporan bulanan Bens radio dan
Ba'da Isya pulang ke rumah.
Di sepanjang perjalanan aku cuma berdoa" ya Allah sadarkan wanita ini"
Sambil kuabcakan alfatihah dan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun
Sesungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepadanya
hasbunallah wani'mal wakil nikmal maula wanikmanasir
Cukuplah Allah bagiku
Malam ini juga kubacakan Surat Yasin untuknya, semoga kami terlindung dari ketajaman lidah dan mulutnya.
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada wanita malang itu.
Aku sebagai orang baru, ternyata jadi sasaran juga.
Pagi ini Bosku istrinya keguguran.
Ketika saya bertanya kepadanya, mau menengok nggak Bu?
Dia jawab salam aja, karena dia banyak kerjaan. saya tanya ke teman yang lain, belum juga.
Ya sudah.
Akhirnya ada mahasiswa yang mau nengok. Dan sambil nyeletuk saya berkata : "aku boleh ngikut bonceng nggak? dia jawab boleh Bu. Karena memang anak-anak tsb mau naik motor.
Nggak ada ujung pangkalnya, wanita tadi ngomel. "Saya nggak masuk dua hari aja nggak ada yang nanya. anak sakit dua hari nggak ada yang nengok. Emban cinde eman siladan. (istilah Jawa yang artinya pilih kasih)".
Kami yang ada di ruangan tsb diam saja.
Wanita itu mendatangiku dan berkata " Mbak saya mau bicara empat mata!" sambil menuju mejaku. Dan mulailah dia "muntah". Mengungkit-ungkit semua kebaikan yang pernah dia lakukan. Dari mulai seragam....
Katanya karena dialah aku dapat seragam. karena dia yang mengemis-ngemiskan....."
Aku diam saja.....
kudengarkan saja "muntahannya"
Kemudian dia ungkit-ungkit masalah insentif seorang teman yang katanya "atas usaha dialah akhirnya dapet 300rb. Padahal mustinya hanya 125."
Semua dia ungkit-ungkit.
Masalah yang dulu juga. Padahal waktu itu sudah "titik" selesai!! Nol' kosong-kosong'
berarti "ndak ada masalah"
ternyata wanita mendendam,
Dia menghina aku, "katanya S2, intelek ternyata hatinya........
"Silahkan mengadu ke Pak I, ke Rektor,....."
Ya Allah, Wanita ini kenapa?
Saya cuma katakan " Hanya Allah yang tahu hati manusia Bu"
Belum terpuaskan "muntah"nya dan "hajat"nya aku stop aja dengan berkata:
"Sudah cukup bu. Maaf saya mau ke Kantor pos. mau ngeposin obat"
Lalu aku berkemas sambil berlalu pergi.
Aku segera ke ATM ambil uang dan pergi beli obat. Pulang ke rumah.
Mengemas obat dan buah ke dalam kardus dan ke kantor pos.
Langsung ke Melawai cari obat yang lain yang masih kurang
Ambil uang di Balqis (Setoran bulanan Koperasi)
Buat laporan bulanan Bens radio dan
Ba'da Isya pulang ke rumah.
Di sepanjang perjalanan aku cuma berdoa" ya Allah sadarkan wanita ini"
Sambil kuabcakan alfatihah dan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun
Sesungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepadanya
hasbunallah wani'mal wakil nikmal maula wanikmanasir
Cukuplah Allah bagiku
Malam ini juga kubacakan Surat Yasin untuknya, semoga kami terlindung dari ketajaman lidah dan mulutnya.
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada wanita malang itu.
Tuesday, December 25, 2007
Cermin diri
Empat hari saya menjaga Ayah yang terbaring lemah di rumah sakit
Badannya lemah tak berdaya
Sekedar menggerakkan tanganpun sakit,
apalagi menyangga badan tuk berjalan.
Dulu ayahku begitu kuat
mengangkat beban-beban yang berat
memanjat pohon kepala yang tinggi
atau menuruni sumur yang dalam
mencangkul dan menggali sumur hingga dalam
Kini dia terbaring lemah
tanpa daya, tanpa tenaga
bahkan sekedar tuk menelan sesendok buburpun
dia sudah enggan
Aku bercermin pada peristiwa ini
bahwa sekuat apapun manusia
suatu saat dia akan lemah tak berdaya
Manusia diciptakan mula-mula lemah, kemudian kuat, kemudian menjadi lemah lagi
dari bayi yang tak berdaya
remaja dan dewasa yang penuh dengan tenaga dan berjaya
akhirnya tua renta yang tak berdaya
la haula wala quwwata illa billahil 'aliyil 'adhim
Tiada daya dan upaya melainkan Allah yang Maha Kuasa
Badannya lemah tak berdaya
Sekedar menggerakkan tanganpun sakit,
apalagi menyangga badan tuk berjalan.
Dulu ayahku begitu kuat
mengangkat beban-beban yang berat
memanjat pohon kepala yang tinggi
atau menuruni sumur yang dalam
mencangkul dan menggali sumur hingga dalam
Kini dia terbaring lemah
tanpa daya, tanpa tenaga
bahkan sekedar tuk menelan sesendok buburpun
dia sudah enggan
Aku bercermin pada peristiwa ini
bahwa sekuat apapun manusia
suatu saat dia akan lemah tak berdaya
Manusia diciptakan mula-mula lemah, kemudian kuat, kemudian menjadi lemah lagi
dari bayi yang tak berdaya
remaja dan dewasa yang penuh dengan tenaga dan berjaya
akhirnya tua renta yang tak berdaya
la haula wala quwwata illa billahil 'aliyil 'adhim
Tiada daya dan upaya melainkan Allah yang Maha Kuasa
Pulang Kampung1
18 Desember 2007. Selesai acara Forum Kajian Muslimah (FKM) di Gedung PBNU, Kramat Raya aku berkemas untuk pulang ke Klaten. Menengok ayah yang sedang sakit.
Dengan KA Senja Utama Solo, aku berangkat. Meski berjubel dan tidak mendapatkan tempat duduk, aku enjoy dengan perjalanan ini, karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan ayah.
Dengan menggelar selimut yang aku sewa seharga 3000 dan sebuah bantal seharga 3000, aku duduk di sela-sela kursi penumpang. Kebetulan ada seorang wanita yang berjilbab juga duduk didekatku. Jadi aku merasa tenang, karena disebelahku perempuan. Dan kamipun terlibat perbincangan di sepanjang perjalanan dengan akrab.
Di kursi sampingku ada seorang ibu dengan anak perempuannya duduk menikmati perjalanan KA dengan selimut yang dia gelar di bawah kakinya. Dan aku pun menumpang untuk sekedar menyelonjorkan kaki agar tidak pegal. Ibu itu dengan ramah mempersilahkanku.
Ibu yang duduk tersebut berasal dari Bayat, Klaten. Jadi nanti kami turun di Stasiun yang sama, yaitu stasiun klaten.
Pukul 07.00 KA yang kutumpangi memasuki Stasiun Klaten. Para penumpang bergegas mengemasi barang-barangnya dan turun dari KA.
Turun dari KA aku tidak langsung ke pintu keluar, tetapi aku mampir dulu ke toilet.
Di luar pintu pagar Stasiun telah menunggu Paklik saya yang jemput aku dengan sepeda motornya. Sampai di rumah Paklik , saya lihat kondisi ayahku sungguh kasihan. Terbaring lemah tak berdaya.
Tgl 19/12/2007. Sudah beberapa hari ayahku tidak mau makan. Kubelikan jeruk, dia mau.
Dia minta juga untuk dibelikan manggis, tapi aku sudah berusaha mencari ke pasar, tidak ada. Karena sedang tidak musim. Rencana sore ini akan dibawa ke dokter. Tapi berhubung hujan begitu deras, tidak jadi ke dokter.
20/12/2007. Kondisi ayahku masih seperti kemarin, berbaring lemah tak berdaya. Hari ini adalah hari Raya Idul Adha. Paklik, bulik, serta anak-anaknya pergi ke tanah lapang di depan SD. Aku tidak turut serta, karena aku menjaga ayah. Terpikir olehku untuk membawa ayah ke RS Tegalyoso, Klaten. Tapi terpikir juga olehku, biaya rumah sakit yang besar.
Rencana ayahku besok baru akan di bawa ke dokter, karena hari ini libur. Tapi aku bersikeras agar dipanggilkan dokter PKU aja. Ya... akhirnya dokter dari PKU datang bersama seorang perawat. Setelah diperiksa, dan ditanya ini itu, akhirnya kuputuskan agar ayahku diopname, agar bisa diinfus. Karena kalo infusnya dibawa ke rumah gak bisa, jadi harus dibawa ke PKU.
Alhamdulillah, akhirnya ayahku bisa mendapatkan perawatan yang baik di PKU. Dan tarif kamarnyapun tidak mahal. Satu hari ada yang 18rb, 25rb dan 35rb. Mengingat kondisi keuanganku, akhirnya kupilih yang 18rb.
Di kamar tersebut, terdiri dari 3 bed. di bed ujung ada seorang pasien yang sedang bersiap-siap untuk pulang. di bed tengah kosong, dan bed paling depan ayahku.
Akhirnya ruangan tsb, ayah saya sendiri yang menempati. dua bed sebelah kosong semua. Aku dan saudara sepupuku, Nduk Sri, Sidik dan ahya bisa menjaga Pakdhenya dengan tidur di dua bed sebelah. Praktis seluruh ruangan kami yang pake. malah lebih dari VVIP.
Di hari ketiga, ketika kami sedang terlelap, datang pasien baru, akhirnya Nduk Sri dan Sidik pindah duduk di ruang tunggu yang di luar. Akupun terbangun dan duduk juga di luar.
Pasien baru tersebut sudah nenek-nenek, katanya nggak bisa ke belakang.
Pagi, 24 Des 2007. Ayahku kubelikan bubur, dan kusuapin habis satu bungkus. Alhamdulillah nafsu makannya sudah ada. Melihat perkembangan ini aku senang. Semoga ayah cepat sembuh.
Tak disangka, pasien baru yang semalam masuk, buang-buang air terus di kamar. Ruangan menjadi berbau tidak enak. Yang menunggupun pada muntah. Aku pergi ke belakang ke ruang kelas I. Kuperhatikan, dan kuamati. satu kamar untuk satu pasien. Ayahku sepertinya harus dipindah ke sini.
Aku temui suster jaga, dan kuminta agar memindahkan ayahku ke ruang kelas I. Karena kondisi di kamar kelas III, sudah tidak nyaman lagi. Akhirnya ayahku dipindahkan ke ruang kelas I sekitar pkl 09.00. Lega sudah. Ayahku bisa ke kamar mandi dengan berjalan pake kruk. karena lokasi kamar mandi ada di dalam kemar.
Pukul 13.00 ayahku minta selang infus dilepas aja. dan mau pulang sekarang. Berkali kali saya katakan nanti dulu, tapi ayahku memaksa untuk segera pulang saja. Akhirnya kutemui dokter jaga/ dr. Aswin. Kukatakan bahwa ayahku mau pulang. Setelah dicek dokter mengenai kondisi ayah, akhirnya diizinkan untuk pulang.
Sore hari aku selesaikan administrasi keuangan. 613rb total biaya perawatan. Alhamdulillah cukup, karena kusiapkan dana 1jt.
Ku SMS saudara sepupuku, tapi belum muncul-muncul juga. Akhirnya aku pinjam sepeda Mas Wahyudi untuk membawa pulang barang-barang ke rumah. Sementara ayahku masih menunggu duduk di kamar pasien. Dua kali bolak-balik naik sepede. Wah.... canggung juga ya naik sepeda. Sudah 15 tahun tidak pernah naik sepeda...... ternyata meski deg-degan.... aku masih bisa naik sepeda. Alhamdulillah.
Ketika aku selesai membawa barang-barang ke rumah, Sidik (sepupuku) datang dengan sepeda motor. Akhirnya ayahku dibonceng sepeda motor dengan diapit oleh Nduk Sri.
Lega...... urusan Rumah Sakit sudah beres.
Kini ayahku dirawat di rumah. Si Muh (adikku) kemarin datang dar jakarta. Alhamdulillah akhirnya dia datang juga.
25 Des 2007. Ayahku tidak mau makan kecuali dua suap aja udah. Sekitar pkl. 10.00 ayahku bilang "saya ingin tidur, jangan dibangunin ya". Ya sudah...... akhirnya kutinggal ke pasar belanja. Ke pasar dengan jalan kaki, terasa banget, keringat deras mengalir di badanku.
Sepulang dari pasar, kulihat ayahku terbaring, dengan badan berkeringat dan tangan berkeringat serta dahi berkeringat. Kusapu wajah, tangan dan badannya dengan kertas tissu. Kemudian kutuntun membaca-baca dzikir. Agak siang ayahku bilang " aku mau leren. kesel". Frekuensi batuknya menjadi sering. Akhirnya dia tertidur.
Sore hari aku katakan ke ayah "saya balik ke Jakarta ya, mau kerja?" Ayah bilang " ya".
Akhirnya aku kembali ke Jakarta dengan diiringi hujan gerimis. Dengan KA Senja Utama aku sampai jakarta pkl. 05.00. dan Pkl. 08.00 langsung ngantor.
Dengan KA Senja Utama Solo, aku berangkat. Meski berjubel dan tidak mendapatkan tempat duduk, aku enjoy dengan perjalanan ini, karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan ayah.
Dengan menggelar selimut yang aku sewa seharga 3000 dan sebuah bantal seharga 3000, aku duduk di sela-sela kursi penumpang. Kebetulan ada seorang wanita yang berjilbab juga duduk didekatku. Jadi aku merasa tenang, karena disebelahku perempuan. Dan kamipun terlibat perbincangan di sepanjang perjalanan dengan akrab.
Di kursi sampingku ada seorang ibu dengan anak perempuannya duduk menikmati perjalanan KA dengan selimut yang dia gelar di bawah kakinya. Dan aku pun menumpang untuk sekedar menyelonjorkan kaki agar tidak pegal. Ibu itu dengan ramah mempersilahkanku.
Ibu yang duduk tersebut berasal dari Bayat, Klaten. Jadi nanti kami turun di Stasiun yang sama, yaitu stasiun klaten.
Pukul 07.00 KA yang kutumpangi memasuki Stasiun Klaten. Para penumpang bergegas mengemasi barang-barangnya dan turun dari KA.
Turun dari KA aku tidak langsung ke pintu keluar, tetapi aku mampir dulu ke toilet.
Di luar pintu pagar Stasiun telah menunggu Paklik saya yang jemput aku dengan sepeda motornya. Sampai di rumah Paklik , saya lihat kondisi ayahku sungguh kasihan. Terbaring lemah tak berdaya.
Tgl 19/12/2007. Sudah beberapa hari ayahku tidak mau makan. Kubelikan jeruk, dia mau.
Dia minta juga untuk dibelikan manggis, tapi aku sudah berusaha mencari ke pasar, tidak ada. Karena sedang tidak musim. Rencana sore ini akan dibawa ke dokter. Tapi berhubung hujan begitu deras, tidak jadi ke dokter.
20/12/2007. Kondisi ayahku masih seperti kemarin, berbaring lemah tak berdaya. Hari ini adalah hari Raya Idul Adha. Paklik, bulik, serta anak-anaknya pergi ke tanah lapang di depan SD. Aku tidak turut serta, karena aku menjaga ayah. Terpikir olehku untuk membawa ayah ke RS Tegalyoso, Klaten. Tapi terpikir juga olehku, biaya rumah sakit yang besar.
Rencana ayahku besok baru akan di bawa ke dokter, karena hari ini libur. Tapi aku bersikeras agar dipanggilkan dokter PKU aja. Ya... akhirnya dokter dari PKU datang bersama seorang perawat. Setelah diperiksa, dan ditanya ini itu, akhirnya kuputuskan agar ayahku diopname, agar bisa diinfus. Karena kalo infusnya dibawa ke rumah gak bisa, jadi harus dibawa ke PKU.
Alhamdulillah, akhirnya ayahku bisa mendapatkan perawatan yang baik di PKU. Dan tarif kamarnyapun tidak mahal. Satu hari ada yang 18rb, 25rb dan 35rb. Mengingat kondisi keuanganku, akhirnya kupilih yang 18rb.
Di kamar tersebut, terdiri dari 3 bed. di bed ujung ada seorang pasien yang sedang bersiap-siap untuk pulang. di bed tengah kosong, dan bed paling depan ayahku.
Akhirnya ruangan tsb, ayah saya sendiri yang menempati. dua bed sebelah kosong semua. Aku dan saudara sepupuku, Nduk Sri, Sidik dan ahya bisa menjaga Pakdhenya dengan tidur di dua bed sebelah. Praktis seluruh ruangan kami yang pake. malah lebih dari VVIP.
Di hari ketiga, ketika kami sedang terlelap, datang pasien baru, akhirnya Nduk Sri dan Sidik pindah duduk di ruang tunggu yang di luar. Akupun terbangun dan duduk juga di luar.
Pasien baru tersebut sudah nenek-nenek, katanya nggak bisa ke belakang.
Pagi, 24 Des 2007. Ayahku kubelikan bubur, dan kusuapin habis satu bungkus. Alhamdulillah nafsu makannya sudah ada. Melihat perkembangan ini aku senang. Semoga ayah cepat sembuh.
Tak disangka, pasien baru yang semalam masuk, buang-buang air terus di kamar. Ruangan menjadi berbau tidak enak. Yang menunggupun pada muntah. Aku pergi ke belakang ke ruang kelas I. Kuperhatikan, dan kuamati. satu kamar untuk satu pasien. Ayahku sepertinya harus dipindah ke sini.
Aku temui suster jaga, dan kuminta agar memindahkan ayahku ke ruang kelas I. Karena kondisi di kamar kelas III, sudah tidak nyaman lagi. Akhirnya ayahku dipindahkan ke ruang kelas I sekitar pkl 09.00. Lega sudah. Ayahku bisa ke kamar mandi dengan berjalan pake kruk. karena lokasi kamar mandi ada di dalam kemar.
Pukul 13.00 ayahku minta selang infus dilepas aja. dan mau pulang sekarang. Berkali kali saya katakan nanti dulu, tapi ayahku memaksa untuk segera pulang saja. Akhirnya kutemui dokter jaga/ dr. Aswin. Kukatakan bahwa ayahku mau pulang. Setelah dicek dokter mengenai kondisi ayah, akhirnya diizinkan untuk pulang.
Sore hari aku selesaikan administrasi keuangan. 613rb total biaya perawatan. Alhamdulillah cukup, karena kusiapkan dana 1jt.
Ku SMS saudara sepupuku, tapi belum muncul-muncul juga. Akhirnya aku pinjam sepeda Mas Wahyudi untuk membawa pulang barang-barang ke rumah. Sementara ayahku masih menunggu duduk di kamar pasien. Dua kali bolak-balik naik sepede. Wah.... canggung juga ya naik sepeda. Sudah 15 tahun tidak pernah naik sepeda...... ternyata meski deg-degan.... aku masih bisa naik sepeda. Alhamdulillah.
Ketika aku selesai membawa barang-barang ke rumah, Sidik (sepupuku) datang dengan sepeda motor. Akhirnya ayahku dibonceng sepeda motor dengan diapit oleh Nduk Sri.
Lega...... urusan Rumah Sakit sudah beres.
Kini ayahku dirawat di rumah. Si Muh (adikku) kemarin datang dar jakarta. Alhamdulillah akhirnya dia datang juga.
25 Des 2007. Ayahku tidak mau makan kecuali dua suap aja udah. Sekitar pkl. 10.00 ayahku bilang "saya ingin tidur, jangan dibangunin ya". Ya sudah...... akhirnya kutinggal ke pasar belanja. Ke pasar dengan jalan kaki, terasa banget, keringat deras mengalir di badanku.
Sepulang dari pasar, kulihat ayahku terbaring, dengan badan berkeringat dan tangan berkeringat serta dahi berkeringat. Kusapu wajah, tangan dan badannya dengan kertas tissu. Kemudian kutuntun membaca-baca dzikir. Agak siang ayahku bilang " aku mau leren. kesel". Frekuensi batuknya menjadi sering. Akhirnya dia tertidur.
Sore hari aku katakan ke ayah "saya balik ke Jakarta ya, mau kerja?" Ayah bilang " ya".
Akhirnya aku kembali ke Jakarta dengan diiringi hujan gerimis. Dengan KA Senja Utama aku sampai jakarta pkl. 05.00. dan Pkl. 08.00 langsung ngantor.
Friday, December 14, 2007
Berita dari Kampung
Bapak sudah 5 hari ini sakitnya kambuh lagi,
dan sekarang tinggal di rumah bulik Siti
Bapak tidak mau makan kecuali beberapa suap dan makan buah
serta diberi minum madu
Padahal dua minggu yang lalu
ketika aku kembali ke Jakarta, Bapak sudah nampak sehat
bisa berjalan dengan baik
Minggu kemarin aku tidak sempat ke Kampung
karena aku ada tugas ke Jember, Jawa Timur
Rencana Sabtu sore ini aku akan pulang ke Kampung
tapi di Jakarta masih ada acara tanggal 18/12/2007
sementara tanggal 19/12 s.d. 21/12 libur hari Raya Idul Adha
Insya Allah aku pulang tanggal 18 sore
Nduk Sri dan Dik Lastri sms aku tentang keadaan Bapak
Para tetangga di kampung (1 mobil) penuh datang menengok Bapak
Nduk Sri juga kabarkan bahwa adikku nelpon dan minta uang ke Bapak
serta minta dilegalisirkan ijazah SD, SMP dan SMA
Aku berharap adikku mau kuajak pulang besok tuk lihat kondisi Bapak
Semoga hatinya terbuka. Amien.
dan sekarang tinggal di rumah bulik Siti
Bapak tidak mau makan kecuali beberapa suap dan makan buah
serta diberi minum madu
Padahal dua minggu yang lalu
ketika aku kembali ke Jakarta, Bapak sudah nampak sehat
bisa berjalan dengan baik
Minggu kemarin aku tidak sempat ke Kampung
karena aku ada tugas ke Jember, Jawa Timur
Rencana Sabtu sore ini aku akan pulang ke Kampung
tapi di Jakarta masih ada acara tanggal 18/12/2007
sementara tanggal 19/12 s.d. 21/12 libur hari Raya Idul Adha
Insya Allah aku pulang tanggal 18 sore
Nduk Sri dan Dik Lastri sms aku tentang keadaan Bapak
Para tetangga di kampung (1 mobil) penuh datang menengok Bapak
Nduk Sri juga kabarkan bahwa adikku nelpon dan minta uang ke Bapak
serta minta dilegalisirkan ijazah SD, SMP dan SMA
Aku berharap adikku mau kuajak pulang besok tuk lihat kondisi Bapak
Semoga hatinya terbuka. Amien.
Every man has his destiny
Setiap orang punya takdirnya masing-masing, begitu bunyi sebuah quote yang terkenal.
'Every man has his destiny'
-- famous quote.
Tak sengaja saya baca bolggernya Putrajaya. Saya baca kutipan diatas.
Saya berfikir memang benar. Setiap orang punya takdir masing-masing.
Saya melihat adik saya sendiri, sudah pontang-panting cari kerja hinga detik ini belum dapat kerja juga. Rezeki, jodoh, dan maut memang rahasia Allah.
Sekuat apapun kita berusaha, kalau Tuhan belum berkehendak nggak akan tercapai.
namun, jangan lupa : sebagai manusia kita harus berusaha merubah nasib kita. 'Innallaha layughayyiru ma bi qaumin hatta yu ghayyiru ma bi anfusihim'.
Janji Allah benar!
Menganggur memang merupakan sebuah beban. Baik beban bagi diri sendiri maupun beban bagi orang lain. Tak heran jika banyak yang mengalami depresi mental.
Termasuk adikku sendiri. Ketika dia meminta uang kepadaku, dan tidak kupenuhi maka dia akan bertindak 'brutal'. Dia keluarkan kata-kata yang kotor dan kalau dipikir-pikir 'sangat menyakitkan hati'. Dengan aksinya tersebut dia berharap dia akan dapat terpenuhi kehendaknya.
Seperti kejadian sore ini, tiba-tiba adikku datang ke kantorku. Dia minta uang dan kubilang tak ada uang. Dia marah-marah dan berbicara di luar kendalinya. Seolah bukan adik saya yang bicara. Sambil matanya melotot. Seperti kerasukan 'setan'.
Akhirnya dengan terpaksa kuberikan juga uang. Meski jumlahnya tidak banyak, ternyata dengan selembar uang tersebut dia diam dan pergi.
'ya Allah berilah hamba kesabaran menghadapi semua ini'
Yang saya herankan setelah insiden seperti ini biasanya dia akan bersikap biasa dan normal. Seolah tidak terjadi apa-apa. Ketika bertemu di rumah seolah insiden tersebut tidak pernah terjadi. Dia sudah normal kembali. bahkan rajin mengaji. Saya tidak tahu penyakit apa ini.
Setelah saya perhatikan, kejadian ini berkali-kali, setiap dia kepepet maka dia akan bertindak seperti orang gila. dengan harapan akan terpenuhi permintaannya.
Sebenarnya saya bingung menghadapi semua ini. Harus saya bawa kemana adik saya ini? haruskan saya bawa ke RSJ? atau ke psikiater? atau ke Kiai?
Akhirnya dengan seringnya kejadian seperti ini, saya akhirnya jadi terbiasa. dan saya anggap biasa aja.
Tapi kadang terfikir olehku.....
Untuk mencarikan alternatif pengobatan untuknya. Tapi kemana?
Berkali-kali dia berulah........
Lebaran disuruh pulang dan sudah diongkosi..... ternyata tidak pulang
malah merongrong ayah saya..... minta kiriman uang!
Disuruh menengok ayah yang sedang sakit... dan udah dikasih ongkos pulang
.... ternyata tidak pulang
dan malah minta kiriman lagi sama ayah....
dikemanakan uang-uang tersebut?
Apakah dia ikut aliran sesat?
ratusan ribu sudah ....... raib
hilang tak tentu dikemanakan.
Radio tape recorder yang ada di kamarnya juga sudah raib entah dikemanain....
Sudah terlalu banyak uang yang kuberikan kepadanya raib..... muspro
650 ribu katanya untuk latihan pendidikan satpam..... raib sudah
muspro juga.......
...............................
'Every man has his destiny'
-- famous quote.
Tak sengaja saya baca bolggernya Putrajaya. Saya baca kutipan diatas.
Saya berfikir memang benar. Setiap orang punya takdir masing-masing.
Saya melihat adik saya sendiri, sudah pontang-panting cari kerja hinga detik ini belum dapat kerja juga. Rezeki, jodoh, dan maut memang rahasia Allah.
Sekuat apapun kita berusaha, kalau Tuhan belum berkehendak nggak akan tercapai.
namun, jangan lupa : sebagai manusia kita harus berusaha merubah nasib kita. 'Innallaha layughayyiru ma bi qaumin hatta yu ghayyiru ma bi anfusihim'.
Janji Allah benar!
Menganggur memang merupakan sebuah beban. Baik beban bagi diri sendiri maupun beban bagi orang lain. Tak heran jika banyak yang mengalami depresi mental.
Termasuk adikku sendiri. Ketika dia meminta uang kepadaku, dan tidak kupenuhi maka dia akan bertindak 'brutal'. Dia keluarkan kata-kata yang kotor dan kalau dipikir-pikir 'sangat menyakitkan hati'. Dengan aksinya tersebut dia berharap dia akan dapat terpenuhi kehendaknya.
Seperti kejadian sore ini, tiba-tiba adikku datang ke kantorku. Dia minta uang dan kubilang tak ada uang. Dia marah-marah dan berbicara di luar kendalinya. Seolah bukan adik saya yang bicara. Sambil matanya melotot. Seperti kerasukan 'setan'.
Akhirnya dengan terpaksa kuberikan juga uang. Meski jumlahnya tidak banyak, ternyata dengan selembar uang tersebut dia diam dan pergi.
'ya Allah berilah hamba kesabaran menghadapi semua ini'
Yang saya herankan setelah insiden seperti ini biasanya dia akan bersikap biasa dan normal. Seolah tidak terjadi apa-apa. Ketika bertemu di rumah seolah insiden tersebut tidak pernah terjadi. Dia sudah normal kembali. bahkan rajin mengaji. Saya tidak tahu penyakit apa ini.
Setelah saya perhatikan, kejadian ini berkali-kali, setiap dia kepepet maka dia akan bertindak seperti orang gila. dengan harapan akan terpenuhi permintaannya.
Sebenarnya saya bingung menghadapi semua ini. Harus saya bawa kemana adik saya ini? haruskan saya bawa ke RSJ? atau ke psikiater? atau ke Kiai?
Akhirnya dengan seringnya kejadian seperti ini, saya akhirnya jadi terbiasa. dan saya anggap biasa aja.
Tapi kadang terfikir olehku.....
Untuk mencarikan alternatif pengobatan untuknya. Tapi kemana?
Berkali-kali dia berulah........
Lebaran disuruh pulang dan sudah diongkosi..... ternyata tidak pulang
malah merongrong ayah saya..... minta kiriman uang!
Disuruh menengok ayah yang sedang sakit... dan udah dikasih ongkos pulang
.... ternyata tidak pulang
dan malah minta kiriman lagi sama ayah....
dikemanakan uang-uang tersebut?
Apakah dia ikut aliran sesat?
ratusan ribu sudah ....... raib
hilang tak tentu dikemanakan.
Radio tape recorder yang ada di kamarnya juga sudah raib entah dikemanain....
Sudah terlalu banyak uang yang kuberikan kepadanya raib..... muspro
650 ribu katanya untuk latihan pendidikan satpam..... raib sudah
muspro juga.......
...............................
Proposalku sayang, proposalku malang
Proposal yang kuajukan ke Pembimbing II, hampir setiap lembarnya penuh dengan koreksian.
Nggak kebayang dech. Sampai sekarang aku belum sempat memperbaikinya. baru beberapa halaman yang sempat kuperbaiki. terus aku sibuk ke sana dan ke sini. Jadi .... Proposalku sayang proposalku malang.
Pinginya cepat lulus kuliah. Ternyata 'berat' juga ya?
Ya... semoga cepet selesai. Amien.
Nggak kebayang dech. Sampai sekarang aku belum sempat memperbaikinya. baru beberapa halaman yang sempat kuperbaiki. terus aku sibuk ke sana dan ke sini. Jadi .... Proposalku sayang proposalku malang.
Pinginya cepat lulus kuliah. Ternyata 'berat' juga ya?
Ya... semoga cepet selesai. Amien.
Subscribe to:
Posts (Atom)
