Pagi tadi pukul 05.00 aku dah tiba di Stasiun jatinegara. Aku harus mempersiapkan diri untuk rekaman acara di RRI. Kebetulan aku yang jadi pembawa acara Siaran Pemuda Pilar Tunas bangsa (SIPITUNG), dan sudah satu tahun terakhir ini. Rekaman hanya sebulan sekali. Acaranya disiarkan setiap Selasa kamis sekitar pukul 3 sore.
Cita-citaku sejak kecil memang menjadi penyiar. Dan sekarang sudah kesampaian meskipun nggak fultime. Disamping NgMC, menjadi penyiar adalah hobiku. Kebetulan aku kenal dengan pengarah acaranya. Dahulu yang membawain acara SIPITUNG bukan saya, karena Dia pulang kampung ke Surabaya, maka jadilah aku penggantinya hingga sekarang.
Meski wajahku nggak nampak, tapi suaraku bisa didengar di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan kehadiranku bermanfaat. Amien.
Popular Posts
-
Daun Salam, Mengobati Diabetes, Mengusir Diare Natural Healing Aku cari-cari tanaman obat e.... ketemu DAUN SALAM. Daun ini kan murah dan mu...
-
Ayah saya suka sayur bening "cenil", dan makannya juga bisa lahap. Akhirnya saya browsing di internet.... aku cari cenil...... tap...
-
Selada, Mengeluarkan Nikotin dan Mengusir Kanker Beberapa restoran fast food telah meninggalkan selada dalam menu-menunya, padahal begitu ba...
-
7 spiritual core values (nilai dasar ESQ) yang diambil dari Asmaul Husna yang harus dijunjung tinggi sebagai bentuk pengabdian manusia kepad...
-
selama kurang lebih seminggu ( 25-2-07 sd 2-03-070 aku mengikuti diklat editor buku yang diadakan oleh PUSGRAFIN bertempat di HT. Graha Din...
-
Aku janji mau nulis tentang hexagonal water. Apa.... ya? yang yang kurasakan ajalah. Setelah minum air hexagonal, ya... kalau ke 'belaka...
-
Benar-benar flu dech..... semalam tidur nggak nyenyak karena hidung tersumbat dan flu. Semoga Allah mengangkat penyakitku dan mengampuni seg...
-
Pagi ini pukul 07.20 aku sudah berangkat ke kampus. karena pagi ini pukul 07.30 akan ada acara audiensi antara mahasiswa dengan pimpinan Dek...
Monday, January 14, 2008
Mudik Sabming
Sabtu pagi aku ngMC acara Seminar Kefarmasian dengan Tema "Peran Farmasis dalam Swamedikasi yang Rasional" dengan Pembicara Dr. Muslim Suardi dari Universitas Andalas Padang, di Aula Lt. III Kampus FMIPA UHAMKA.
Sore harinya siap-siap pulang ke Klaten, menengok ayah yang sedang terbaring sakit. Dengan KA Senja Utama Solo, dengan Gerbang KA 4 No. 8B aku berangkat ke Klaten.
Perjalanan kali ini cukup aman, tidak penuh dengan penumpang. Kusewa bantal 2 dan selimut 1 untuk alas. Sampai di Klaten pukul 07.00.
Sebelum tiba di rumah, saya sempatkan belanja dulu di pasar Klaten. Belanja bubur merah kesukaan ayah, jadah dan wajik serta buah pisang.
Ayahku masih belum ada perubahan. masih tergolek lemah tak berdaya. Makan disuapin, minum diminumin.
Adikku merengek minta dibelikan sepeda, katanya kalau ke pasar dia cuma jalan kaki. Kasihan juga.... dia telah rela menjaga ayahku. Seharusnya dia sibuk untuk mencari kerja.. tapi kini dia rela menunggu ayahku di rumah. Semoga Allah memberikan kemudahan kepadanya. Amien.
Sore hari aku bersiap-siap kembali ke Jakarta. namun sebelum itu aku sempatkan ketemu Pak RT. Kamar disebelah timur rusak,gentengnya berjatuhan. Dan aku minta tolong ke Pak RT untuk dibetulkan. Karena keterbatasan dana yang ada aku minta tolong ke pak RT. Insya Allah esok hari akan dibetulkan secara bersama-sama.
Kenapa saya minta tolong ke Pak RT. Ini juga saran dari tetanggaku. Menurut perhitunganku, untuk membetulkan rumah memerlukan dana yang cukup banyak. Aku udah tanyakan ke Pak lik saya, berapa harga bambu per batang? Katanya sekitar 7 ribu. Wah.... setelah kuhitung-hitung biaya yang harus kukeluarkan lumayan banyak.
Akhirnya dengan memberanikan diri kutanyakan ke tetangga sebelah yang kebetulan punya pohon bambu, katanya per pohon 4000. Alhamdulillah.....
dan atas saran pemilik pohon itu juga kutemui pak RT.
Uang 200rb Insya Allah cukup untuk membetulkan kamar yang ambruk itu.
Semoga.
"Ya Allah terima kasih, hari ini Kau beri aku kemudahan dalam urusanku".
Sore harinya siap-siap pulang ke Klaten, menengok ayah yang sedang terbaring sakit. Dengan KA Senja Utama Solo, dengan Gerbang KA 4 No. 8B aku berangkat ke Klaten.
Perjalanan kali ini cukup aman, tidak penuh dengan penumpang. Kusewa bantal 2 dan selimut 1 untuk alas. Sampai di Klaten pukul 07.00.
Sebelum tiba di rumah, saya sempatkan belanja dulu di pasar Klaten. Belanja bubur merah kesukaan ayah, jadah dan wajik serta buah pisang.
Ayahku masih belum ada perubahan. masih tergolek lemah tak berdaya. Makan disuapin, minum diminumin.
Adikku merengek minta dibelikan sepeda, katanya kalau ke pasar dia cuma jalan kaki. Kasihan juga.... dia telah rela menjaga ayahku. Seharusnya dia sibuk untuk mencari kerja.. tapi kini dia rela menunggu ayahku di rumah. Semoga Allah memberikan kemudahan kepadanya. Amien.
Sore hari aku bersiap-siap kembali ke Jakarta. namun sebelum itu aku sempatkan ketemu Pak RT. Kamar disebelah timur rusak,gentengnya berjatuhan. Dan aku minta tolong ke Pak RT untuk dibetulkan. Karena keterbatasan dana yang ada aku minta tolong ke pak RT. Insya Allah esok hari akan dibetulkan secara bersama-sama.
Kenapa saya minta tolong ke Pak RT. Ini juga saran dari tetanggaku. Menurut perhitunganku, untuk membetulkan rumah memerlukan dana yang cukup banyak. Aku udah tanyakan ke Pak lik saya, berapa harga bambu per batang? Katanya sekitar 7 ribu. Wah.... setelah kuhitung-hitung biaya yang harus kukeluarkan lumayan banyak.
Akhirnya dengan memberanikan diri kutanyakan ke tetangga sebelah yang kebetulan punya pohon bambu, katanya per pohon 4000. Alhamdulillah.....
dan atas saran pemilik pohon itu juga kutemui pak RT.
Uang 200rb Insya Allah cukup untuk membetulkan kamar yang ambruk itu.
Semoga.
"Ya Allah terima kasih, hari ini Kau beri aku kemudahan dalam urusanku".
Wednesday, January 02, 2008
Tahun Baru 2008
Tahun baru 2008 aku nikmati perjalanan ke Klaten dengan naik Kereta Api Senja Utama. 31 Des 2007 Pkl. 20.34 WIB. Tiket TTD (Tanpa Tempat Duduk) nggak papa lah. Sudah biasa. Dengan modal 6000rp untuk sewa bantal dan selimut kunikmati perjalanan malam tahun baru ini.
Esok pagi adalah tanggal merah, sehingga kusempatkan untuk ke rumah membawa obat-obatan untuk ayah yang sedang terbaring sakit. Minggu yang lalu aku nggak sempat ke rumah, karena ada perjelanan ke Surabaya dua hari. Ada Pertemuan Regional III, Nasyiatul Aisyiyah di Surabaya. Tempat kegiatan dipusatkan di SMA Muhammadiyah Dua Pucang, Surabaya. Sekolahan bagus banget dan bertingkat. Merupakan sekolah unggulan di Jawa timur.
Perjalanan pulang dari Surabaya sungguh melelahkan. Penerbangan Lion yang semula pkl. 18.45 dicancel menjadi pukul 21.45. Udah gitu ke bandaranya lebih awal lagi. Jam 16.00 aku dan mbak mia dah sampai di Bandara, sekalian nganter mbak wiwid yang terbang ke Jogja duluan.
Ya .... akhirnya kami duduk aja di ruang Bandara Surabaya....
perut mulai laper..... beli makanan sebungkus nasi, plus ayam goreng chiken wings seharga 35,000/porsi plus air jeruk 20,000/gelas. Makanan dan minuman termahal ni..... (dalam hati). Ya sudah lah.....
dinikmati aja....
Sekitar pukul 21.45 kok belum ada panggilan..... untuk masuk ke pesawat ya....?
Ahirnya kami berdua masuk ke ruang tunggu gate 3. E..... ternyata udah kosong semua.. semua penumpang udah naik ke pesawat. wah... telat ni.
Ya sudah akhirnya berlari-larian masuk pesawat.
Sampai di Jakarta udah larut malam sekitar pkl 00.30 tiba di Menteng dan menginap di menteng. Karena kalau pulang ke rumah dan terlalu larut dan ngeri pulang sendirian.
Back to Klaten. Tiba di Stasiun Klaten Pk. 07.30 WIB. Aku dijemput ama paklik naik motor. Sampai di rumah pintu masih tertutup. Adikku masih tidur.
Ku ketuk 3 kali dan ucap salam, ia terbangun dan bukakan pintu.
Kusalami ayah yang terbaring lemah di dipan. Kasihan..... badannya kurus kering......
Hari ini ayahku minta dibelikan ikan lele dan jadah (makanan dari beras ketan). Aku pergi ke pasar. ternyata nggak ada di pasar. Yang dapet hanya ikan lele.
ada bubur merah dicampur grontol. Kubeli 4 bungkus seharga seribu rupiah.
Sampai di rumah kusuapin ayah dengan bubur merah tsb, dan alhamdulillah lahap.
Obat yang kubawa dari Jakarta kuminumkan ternyata, ... dimuntahkan lagi. Tidak tertelah.....
Ayah menolak setiap kali diberi obat. Bahkan obat yang dari Rumah sakit juga masih utuh.. susah untuk minum obat.
Paket pos berupa produk-produk K-link yang kukirimkan sebelum aku berangkat ke Surabaya ternyata belum sampe di rumah. ya.... ternyata ngeposin barang kok lama ya. Lebih cepat kalau dibawa sendiri.......
Semoga besok udah sampai produk itu. Ada Kino penyedot racun, ada gamat dan spirulina (makanan kesehatan berbentuk cair) dan chlorophil.
Mudah-mudahan segera sampai barang-barang itu, dan ayah cepat sembuh. Amien.
Ya Allah....
begitu banyak cobaan yang telah kau berikan kepadaku
mudah-mudahan ini adalah rahmatMu dan bukan adzabMu
mudah-mudahan ini adalah bentuk kasih sayangMu kepadaku
Setelah kau coba aku dengan sakit ibuku hingga sampai meninggalnya ibuku di bulan Maret 2007 awal tahun lalu.
Dan kini di penghujung 2007 ayahku sakit juga......
Semoga Kau berikan yang terbaik buat ayahku ya Allah
kasihanilah di dalam usianya yang tua
dan di dalam kesendiriannya itu
Ya Allah ringankan beban dan derita ayahku....
sehatkan dia ya Allah
dan jika Engkau hendak mengambilnya..
semoga dia dalam keadaan husnul khotimah.
Amien.
Ayahku beberapa hari yang lalu mengeluh
... dah capek..... pengin leren (istirahat)
..... saya mau tidur ... jangan diganggu....
ucapan-ucapan yang menunjukkan betapa dia telah lelah di dalam hidupnya
yang sudah lebih dari 65 tahun......
Sepeninggal ibuku, ayah mungkin kesepian
anak-anaknya di Jakarta semua
Adikku yang ditunggu-tunggu Lebaran untuk pulang
ternyata tidak pulang
hingga dikabarin sakit dia juga tidak pulang
dan baru ..... kemarin ketika dikabari ayah diopname di Rumah sakit
baru dia.... pulang
Dan sekarang gantian yang nemenin ayah,
adikku yang menjaganya sekarang.
Dan aku setiap ada tanggal merah aku sempatkan pulang dengan KA.
meski hanya sehari......dan harus bolak-balik ke Jakarta
Kalau dulu jarak Jakarta-Klaten begitu jauh kurasakan
sekarang jarak itu tidak lagi kurasakan jauh
Ternyata Klaten-Jakarta deket.... kok.
Esok pagi adalah tanggal merah, sehingga kusempatkan untuk ke rumah membawa obat-obatan untuk ayah yang sedang terbaring sakit. Minggu yang lalu aku nggak sempat ke rumah, karena ada perjelanan ke Surabaya dua hari. Ada Pertemuan Regional III, Nasyiatul Aisyiyah di Surabaya. Tempat kegiatan dipusatkan di SMA Muhammadiyah Dua Pucang, Surabaya. Sekolahan bagus banget dan bertingkat. Merupakan sekolah unggulan di Jawa timur.
Perjalanan pulang dari Surabaya sungguh melelahkan. Penerbangan Lion yang semula pkl. 18.45 dicancel menjadi pukul 21.45. Udah gitu ke bandaranya lebih awal lagi. Jam 16.00 aku dan mbak mia dah sampai di Bandara, sekalian nganter mbak wiwid yang terbang ke Jogja duluan.
Ya .... akhirnya kami duduk aja di ruang Bandara Surabaya....
perut mulai laper..... beli makanan sebungkus nasi, plus ayam goreng chiken wings seharga 35,000/porsi plus air jeruk 20,000/gelas. Makanan dan minuman termahal ni..... (dalam hati). Ya sudah lah.....
dinikmati aja....
Sekitar pukul 21.45 kok belum ada panggilan..... untuk masuk ke pesawat ya....?
Ahirnya kami berdua masuk ke ruang tunggu gate 3. E..... ternyata udah kosong semua.. semua penumpang udah naik ke pesawat. wah... telat ni.
Ya sudah akhirnya berlari-larian masuk pesawat.
Sampai di Jakarta udah larut malam sekitar pkl 00.30 tiba di Menteng dan menginap di menteng. Karena kalau pulang ke rumah dan terlalu larut dan ngeri pulang sendirian.
Back to Klaten. Tiba di Stasiun Klaten Pk. 07.30 WIB. Aku dijemput ama paklik naik motor. Sampai di rumah pintu masih tertutup. Adikku masih tidur.
Ku ketuk 3 kali dan ucap salam, ia terbangun dan bukakan pintu.
Kusalami ayah yang terbaring lemah di dipan. Kasihan..... badannya kurus kering......
Hari ini ayahku minta dibelikan ikan lele dan jadah (makanan dari beras ketan). Aku pergi ke pasar. ternyata nggak ada di pasar. Yang dapet hanya ikan lele.
ada bubur merah dicampur grontol. Kubeli 4 bungkus seharga seribu rupiah.
Sampai di rumah kusuapin ayah dengan bubur merah tsb, dan alhamdulillah lahap.
Obat yang kubawa dari Jakarta kuminumkan ternyata, ... dimuntahkan lagi. Tidak tertelah.....
Ayah menolak setiap kali diberi obat. Bahkan obat yang dari Rumah sakit juga masih utuh.. susah untuk minum obat.
Paket pos berupa produk-produk K-link yang kukirimkan sebelum aku berangkat ke Surabaya ternyata belum sampe di rumah. ya.... ternyata ngeposin barang kok lama ya. Lebih cepat kalau dibawa sendiri.......
Semoga besok udah sampai produk itu. Ada Kino penyedot racun, ada gamat dan spirulina (makanan kesehatan berbentuk cair) dan chlorophil.
Mudah-mudahan segera sampai barang-barang itu, dan ayah cepat sembuh. Amien.
Ya Allah....
begitu banyak cobaan yang telah kau berikan kepadaku
mudah-mudahan ini adalah rahmatMu dan bukan adzabMu
mudah-mudahan ini adalah bentuk kasih sayangMu kepadaku
Setelah kau coba aku dengan sakit ibuku hingga sampai meninggalnya ibuku di bulan Maret 2007 awal tahun lalu.
Dan kini di penghujung 2007 ayahku sakit juga......
Semoga Kau berikan yang terbaik buat ayahku ya Allah
kasihanilah di dalam usianya yang tua
dan di dalam kesendiriannya itu
Ya Allah ringankan beban dan derita ayahku....
sehatkan dia ya Allah
dan jika Engkau hendak mengambilnya..
semoga dia dalam keadaan husnul khotimah.
Amien.
Ayahku beberapa hari yang lalu mengeluh
... dah capek..... pengin leren (istirahat)
..... saya mau tidur ... jangan diganggu....
ucapan-ucapan yang menunjukkan betapa dia telah lelah di dalam hidupnya
yang sudah lebih dari 65 tahun......
Sepeninggal ibuku, ayah mungkin kesepian
anak-anaknya di Jakarta semua
Adikku yang ditunggu-tunggu Lebaran untuk pulang
ternyata tidak pulang
hingga dikabarin sakit dia juga tidak pulang
dan baru ..... kemarin ketika dikabari ayah diopname di Rumah sakit
baru dia.... pulang
Dan sekarang gantian yang nemenin ayah,
adikku yang menjaganya sekarang.
Dan aku setiap ada tanggal merah aku sempatkan pulang dengan KA.
meski hanya sehari......dan harus bolak-balik ke Jakarta
Kalau dulu jarak Jakarta-Klaten begitu jauh kurasakan
sekarang jarak itu tidak lagi kurasakan jauh
Ternyata Klaten-Jakarta deket.... kok.
Friday, December 28, 2007
Therapi Air Hexagonal
Kemarin secara tak sengaja aku menemukan air hexagonal di supermarket. Setelah kubaca brosurnya aku tertarik untuk membelinya meski harganya 3.5 kali harga aqua botol 1lt.
Sudah tiga hari ini aku mengkonsumsinya.
Setiap pagi ke belakangnya lancar dan banyak
serta warnanya gelap, mungkin racun-racun di tubuhkan keluar kali.
Ini hari ketiga mengkonsumsi air hexagonal.
Ke kamar kecilnya jadi lebih sering. Ini mungkin efek lainnya.
Kata brosur :
Bila terjadi reaksi/efek penyembuhan (healing process) seperti pusing, mengantuk, sendi-sendi kaku, buang air besar dan kecil berbau tajam, mulut bau dan lain-lain. Jangan khawatir, itu adalah reaksi sementara. Teruskan terapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Bisa menjadikan Aura lebih terang dan sehat. (kata brosurnya)
Ya semoga saya beroleh manfaat dari air hexagonal ini. Amien.
Sudah tiga hari ini aku mengkonsumsinya.
Setiap pagi ke belakangnya lancar dan banyak
serta warnanya gelap, mungkin racun-racun di tubuhkan keluar kali.
Ini hari ketiga mengkonsumsi air hexagonal.
Ke kamar kecilnya jadi lebih sering. Ini mungkin efek lainnya.
Kata brosur :
Bila terjadi reaksi/efek penyembuhan (healing process) seperti pusing, mengantuk, sendi-sendi kaku, buang air besar dan kecil berbau tajam, mulut bau dan lain-lain. Jangan khawatir, itu adalah reaksi sementara. Teruskan terapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Bisa menjadikan Aura lebih terang dan sehat. (kata brosurnya)
Ya semoga saya beroleh manfaat dari air hexagonal ini. Amien.
Thursday, December 27, 2007
Kasihan wanita itu
Tak perlu saya sebut nama maupun inisialnya. Seorang wanita sama seperti saya. Hampir semua orang pernah berurusan dengannya dan diajak bertengkar. Baik dos maupun kary semua pernah berurusan dengannya.
Aku sebagai orang baru, ternyata jadi sasaran juga.
Pagi ini Bosku istrinya keguguran.
Ketika saya bertanya kepadanya, mau menengok nggak Bu?
Dia jawab salam aja, karena dia banyak kerjaan. saya tanya ke teman yang lain, belum juga.
Ya sudah.
Akhirnya ada mahasiswa yang mau nengok. Dan sambil nyeletuk saya berkata : "aku boleh ngikut bonceng nggak? dia jawab boleh Bu. Karena memang anak-anak tsb mau naik motor.
Nggak ada ujung pangkalnya, wanita tadi ngomel. "Saya nggak masuk dua hari aja nggak ada yang nanya. anak sakit dua hari nggak ada yang nengok. Emban cinde eman siladan. (istilah Jawa yang artinya pilih kasih)".
Kami yang ada di ruangan tsb diam saja.
Wanita itu mendatangiku dan berkata " Mbak saya mau bicara empat mata!" sambil menuju mejaku. Dan mulailah dia "muntah". Mengungkit-ungkit semua kebaikan yang pernah dia lakukan. Dari mulai seragam....
Katanya karena dialah aku dapat seragam. karena dia yang mengemis-ngemiskan....."
Aku diam saja.....
kudengarkan saja "muntahannya"
Kemudian dia ungkit-ungkit masalah insentif seorang teman yang katanya "atas usaha dialah akhirnya dapet 300rb. Padahal mustinya hanya 125."
Semua dia ungkit-ungkit.
Masalah yang dulu juga. Padahal waktu itu sudah "titik" selesai!! Nol' kosong-kosong'
berarti "ndak ada masalah"
ternyata wanita mendendam,
Dia menghina aku, "katanya S2, intelek ternyata hatinya........
"Silahkan mengadu ke Pak I, ke Rektor,....."
Ya Allah, Wanita ini kenapa?
Saya cuma katakan " Hanya Allah yang tahu hati manusia Bu"
Belum terpuaskan "muntah"nya dan "hajat"nya aku stop aja dengan berkata:
"Sudah cukup bu. Maaf saya mau ke Kantor pos. mau ngeposin obat"
Lalu aku berkemas sambil berlalu pergi.
Aku segera ke ATM ambil uang dan pergi beli obat. Pulang ke rumah.
Mengemas obat dan buah ke dalam kardus dan ke kantor pos.
Langsung ke Melawai cari obat yang lain yang masih kurang
Ambil uang di Balqis (Setoran bulanan Koperasi)
Buat laporan bulanan Bens radio dan
Ba'da Isya pulang ke rumah.
Di sepanjang perjalanan aku cuma berdoa" ya Allah sadarkan wanita ini"
Sambil kuabcakan alfatihah dan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun
Sesungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepadanya
hasbunallah wani'mal wakil nikmal maula wanikmanasir
Cukuplah Allah bagiku
Malam ini juga kubacakan Surat Yasin untuknya, semoga kami terlindung dari ketajaman lidah dan mulutnya.
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada wanita malang itu.
Aku sebagai orang baru, ternyata jadi sasaran juga.
Pagi ini Bosku istrinya keguguran.
Ketika saya bertanya kepadanya, mau menengok nggak Bu?
Dia jawab salam aja, karena dia banyak kerjaan. saya tanya ke teman yang lain, belum juga.
Ya sudah.
Akhirnya ada mahasiswa yang mau nengok. Dan sambil nyeletuk saya berkata : "aku boleh ngikut bonceng nggak? dia jawab boleh Bu. Karena memang anak-anak tsb mau naik motor.
Nggak ada ujung pangkalnya, wanita tadi ngomel. "Saya nggak masuk dua hari aja nggak ada yang nanya. anak sakit dua hari nggak ada yang nengok. Emban cinde eman siladan. (istilah Jawa yang artinya pilih kasih)".
Kami yang ada di ruangan tsb diam saja.
Wanita itu mendatangiku dan berkata " Mbak saya mau bicara empat mata!" sambil menuju mejaku. Dan mulailah dia "muntah". Mengungkit-ungkit semua kebaikan yang pernah dia lakukan. Dari mulai seragam....
Katanya karena dialah aku dapat seragam. karena dia yang mengemis-ngemiskan....."
Aku diam saja.....
kudengarkan saja "muntahannya"
Kemudian dia ungkit-ungkit masalah insentif seorang teman yang katanya "atas usaha dialah akhirnya dapet 300rb. Padahal mustinya hanya 125."
Semua dia ungkit-ungkit.
Masalah yang dulu juga. Padahal waktu itu sudah "titik" selesai!! Nol' kosong-kosong'
berarti "ndak ada masalah"
ternyata wanita mendendam,
Dia menghina aku, "katanya S2, intelek ternyata hatinya........
"Silahkan mengadu ke Pak I, ke Rektor,....."
Ya Allah, Wanita ini kenapa?
Saya cuma katakan " Hanya Allah yang tahu hati manusia Bu"
Belum terpuaskan "muntah"nya dan "hajat"nya aku stop aja dengan berkata:
"Sudah cukup bu. Maaf saya mau ke Kantor pos. mau ngeposin obat"
Lalu aku berkemas sambil berlalu pergi.
Aku segera ke ATM ambil uang dan pergi beli obat. Pulang ke rumah.
Mengemas obat dan buah ke dalam kardus dan ke kantor pos.
Langsung ke Melawai cari obat yang lain yang masih kurang
Ambil uang di Balqis (Setoran bulanan Koperasi)
Buat laporan bulanan Bens radio dan
Ba'da Isya pulang ke rumah.
Di sepanjang perjalanan aku cuma berdoa" ya Allah sadarkan wanita ini"
Sambil kuabcakan alfatihah dan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun
Sesungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepadanya
hasbunallah wani'mal wakil nikmal maula wanikmanasir
Cukuplah Allah bagiku
Malam ini juga kubacakan Surat Yasin untuknya, semoga kami terlindung dari ketajaman lidah dan mulutnya.
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada wanita malang itu.
Tuesday, December 25, 2007
Cermin diri
Empat hari saya menjaga Ayah yang terbaring lemah di rumah sakit
Badannya lemah tak berdaya
Sekedar menggerakkan tanganpun sakit,
apalagi menyangga badan tuk berjalan.
Dulu ayahku begitu kuat
mengangkat beban-beban yang berat
memanjat pohon kepala yang tinggi
atau menuruni sumur yang dalam
mencangkul dan menggali sumur hingga dalam
Kini dia terbaring lemah
tanpa daya, tanpa tenaga
bahkan sekedar tuk menelan sesendok buburpun
dia sudah enggan
Aku bercermin pada peristiwa ini
bahwa sekuat apapun manusia
suatu saat dia akan lemah tak berdaya
Manusia diciptakan mula-mula lemah, kemudian kuat, kemudian menjadi lemah lagi
dari bayi yang tak berdaya
remaja dan dewasa yang penuh dengan tenaga dan berjaya
akhirnya tua renta yang tak berdaya
la haula wala quwwata illa billahil 'aliyil 'adhim
Tiada daya dan upaya melainkan Allah yang Maha Kuasa
Badannya lemah tak berdaya
Sekedar menggerakkan tanganpun sakit,
apalagi menyangga badan tuk berjalan.
Dulu ayahku begitu kuat
mengangkat beban-beban yang berat
memanjat pohon kepala yang tinggi
atau menuruni sumur yang dalam
mencangkul dan menggali sumur hingga dalam
Kini dia terbaring lemah
tanpa daya, tanpa tenaga
bahkan sekedar tuk menelan sesendok buburpun
dia sudah enggan
Aku bercermin pada peristiwa ini
bahwa sekuat apapun manusia
suatu saat dia akan lemah tak berdaya
Manusia diciptakan mula-mula lemah, kemudian kuat, kemudian menjadi lemah lagi
dari bayi yang tak berdaya
remaja dan dewasa yang penuh dengan tenaga dan berjaya
akhirnya tua renta yang tak berdaya
la haula wala quwwata illa billahil 'aliyil 'adhim
Tiada daya dan upaya melainkan Allah yang Maha Kuasa
Pulang Kampung1
18 Desember 2007. Selesai acara Forum Kajian Muslimah (FKM) di Gedung PBNU, Kramat Raya aku berkemas untuk pulang ke Klaten. Menengok ayah yang sedang sakit.
Dengan KA Senja Utama Solo, aku berangkat. Meski berjubel dan tidak mendapatkan tempat duduk, aku enjoy dengan perjalanan ini, karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan ayah.
Dengan menggelar selimut yang aku sewa seharga 3000 dan sebuah bantal seharga 3000, aku duduk di sela-sela kursi penumpang. Kebetulan ada seorang wanita yang berjilbab juga duduk didekatku. Jadi aku merasa tenang, karena disebelahku perempuan. Dan kamipun terlibat perbincangan di sepanjang perjalanan dengan akrab.
Di kursi sampingku ada seorang ibu dengan anak perempuannya duduk menikmati perjalanan KA dengan selimut yang dia gelar di bawah kakinya. Dan aku pun menumpang untuk sekedar menyelonjorkan kaki agar tidak pegal. Ibu itu dengan ramah mempersilahkanku.
Ibu yang duduk tersebut berasal dari Bayat, Klaten. Jadi nanti kami turun di Stasiun yang sama, yaitu stasiun klaten.
Pukul 07.00 KA yang kutumpangi memasuki Stasiun Klaten. Para penumpang bergegas mengemasi barang-barangnya dan turun dari KA.
Turun dari KA aku tidak langsung ke pintu keluar, tetapi aku mampir dulu ke toilet.
Di luar pintu pagar Stasiun telah menunggu Paklik saya yang jemput aku dengan sepeda motornya. Sampai di rumah Paklik , saya lihat kondisi ayahku sungguh kasihan. Terbaring lemah tak berdaya.
Tgl 19/12/2007. Sudah beberapa hari ayahku tidak mau makan. Kubelikan jeruk, dia mau.
Dia minta juga untuk dibelikan manggis, tapi aku sudah berusaha mencari ke pasar, tidak ada. Karena sedang tidak musim. Rencana sore ini akan dibawa ke dokter. Tapi berhubung hujan begitu deras, tidak jadi ke dokter.
20/12/2007. Kondisi ayahku masih seperti kemarin, berbaring lemah tak berdaya. Hari ini adalah hari Raya Idul Adha. Paklik, bulik, serta anak-anaknya pergi ke tanah lapang di depan SD. Aku tidak turut serta, karena aku menjaga ayah. Terpikir olehku untuk membawa ayah ke RS Tegalyoso, Klaten. Tapi terpikir juga olehku, biaya rumah sakit yang besar.
Rencana ayahku besok baru akan di bawa ke dokter, karena hari ini libur. Tapi aku bersikeras agar dipanggilkan dokter PKU aja. Ya... akhirnya dokter dari PKU datang bersama seorang perawat. Setelah diperiksa, dan ditanya ini itu, akhirnya kuputuskan agar ayahku diopname, agar bisa diinfus. Karena kalo infusnya dibawa ke rumah gak bisa, jadi harus dibawa ke PKU.
Alhamdulillah, akhirnya ayahku bisa mendapatkan perawatan yang baik di PKU. Dan tarif kamarnyapun tidak mahal. Satu hari ada yang 18rb, 25rb dan 35rb. Mengingat kondisi keuanganku, akhirnya kupilih yang 18rb.
Di kamar tersebut, terdiri dari 3 bed. di bed ujung ada seorang pasien yang sedang bersiap-siap untuk pulang. di bed tengah kosong, dan bed paling depan ayahku.
Akhirnya ruangan tsb, ayah saya sendiri yang menempati. dua bed sebelah kosong semua. Aku dan saudara sepupuku, Nduk Sri, Sidik dan ahya bisa menjaga Pakdhenya dengan tidur di dua bed sebelah. Praktis seluruh ruangan kami yang pake. malah lebih dari VVIP.
Di hari ketiga, ketika kami sedang terlelap, datang pasien baru, akhirnya Nduk Sri dan Sidik pindah duduk di ruang tunggu yang di luar. Akupun terbangun dan duduk juga di luar.
Pasien baru tersebut sudah nenek-nenek, katanya nggak bisa ke belakang.
Pagi, 24 Des 2007. Ayahku kubelikan bubur, dan kusuapin habis satu bungkus. Alhamdulillah nafsu makannya sudah ada. Melihat perkembangan ini aku senang. Semoga ayah cepat sembuh.
Tak disangka, pasien baru yang semalam masuk, buang-buang air terus di kamar. Ruangan menjadi berbau tidak enak. Yang menunggupun pada muntah. Aku pergi ke belakang ke ruang kelas I. Kuperhatikan, dan kuamati. satu kamar untuk satu pasien. Ayahku sepertinya harus dipindah ke sini.
Aku temui suster jaga, dan kuminta agar memindahkan ayahku ke ruang kelas I. Karena kondisi di kamar kelas III, sudah tidak nyaman lagi. Akhirnya ayahku dipindahkan ke ruang kelas I sekitar pkl 09.00. Lega sudah. Ayahku bisa ke kamar mandi dengan berjalan pake kruk. karena lokasi kamar mandi ada di dalam kemar.
Pukul 13.00 ayahku minta selang infus dilepas aja. dan mau pulang sekarang. Berkali kali saya katakan nanti dulu, tapi ayahku memaksa untuk segera pulang saja. Akhirnya kutemui dokter jaga/ dr. Aswin. Kukatakan bahwa ayahku mau pulang. Setelah dicek dokter mengenai kondisi ayah, akhirnya diizinkan untuk pulang.
Sore hari aku selesaikan administrasi keuangan. 613rb total biaya perawatan. Alhamdulillah cukup, karena kusiapkan dana 1jt.
Ku SMS saudara sepupuku, tapi belum muncul-muncul juga. Akhirnya aku pinjam sepeda Mas Wahyudi untuk membawa pulang barang-barang ke rumah. Sementara ayahku masih menunggu duduk di kamar pasien. Dua kali bolak-balik naik sepede. Wah.... canggung juga ya naik sepeda. Sudah 15 tahun tidak pernah naik sepeda...... ternyata meski deg-degan.... aku masih bisa naik sepeda. Alhamdulillah.
Ketika aku selesai membawa barang-barang ke rumah, Sidik (sepupuku) datang dengan sepeda motor. Akhirnya ayahku dibonceng sepeda motor dengan diapit oleh Nduk Sri.
Lega...... urusan Rumah Sakit sudah beres.
Kini ayahku dirawat di rumah. Si Muh (adikku) kemarin datang dar jakarta. Alhamdulillah akhirnya dia datang juga.
25 Des 2007. Ayahku tidak mau makan kecuali dua suap aja udah. Sekitar pkl. 10.00 ayahku bilang "saya ingin tidur, jangan dibangunin ya". Ya sudah...... akhirnya kutinggal ke pasar belanja. Ke pasar dengan jalan kaki, terasa banget, keringat deras mengalir di badanku.
Sepulang dari pasar, kulihat ayahku terbaring, dengan badan berkeringat dan tangan berkeringat serta dahi berkeringat. Kusapu wajah, tangan dan badannya dengan kertas tissu. Kemudian kutuntun membaca-baca dzikir. Agak siang ayahku bilang " aku mau leren. kesel". Frekuensi batuknya menjadi sering. Akhirnya dia tertidur.
Sore hari aku katakan ke ayah "saya balik ke Jakarta ya, mau kerja?" Ayah bilang " ya".
Akhirnya aku kembali ke Jakarta dengan diiringi hujan gerimis. Dengan KA Senja Utama aku sampai jakarta pkl. 05.00. dan Pkl. 08.00 langsung ngantor.
Dengan KA Senja Utama Solo, aku berangkat. Meski berjubel dan tidak mendapatkan tempat duduk, aku enjoy dengan perjalanan ini, karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan ayah.
Dengan menggelar selimut yang aku sewa seharga 3000 dan sebuah bantal seharga 3000, aku duduk di sela-sela kursi penumpang. Kebetulan ada seorang wanita yang berjilbab juga duduk didekatku. Jadi aku merasa tenang, karena disebelahku perempuan. Dan kamipun terlibat perbincangan di sepanjang perjalanan dengan akrab.
Di kursi sampingku ada seorang ibu dengan anak perempuannya duduk menikmati perjalanan KA dengan selimut yang dia gelar di bawah kakinya. Dan aku pun menumpang untuk sekedar menyelonjorkan kaki agar tidak pegal. Ibu itu dengan ramah mempersilahkanku.
Ibu yang duduk tersebut berasal dari Bayat, Klaten. Jadi nanti kami turun di Stasiun yang sama, yaitu stasiun klaten.
Pukul 07.00 KA yang kutumpangi memasuki Stasiun Klaten. Para penumpang bergegas mengemasi barang-barangnya dan turun dari KA.
Turun dari KA aku tidak langsung ke pintu keluar, tetapi aku mampir dulu ke toilet.
Di luar pintu pagar Stasiun telah menunggu Paklik saya yang jemput aku dengan sepeda motornya. Sampai di rumah Paklik , saya lihat kondisi ayahku sungguh kasihan. Terbaring lemah tak berdaya.
Tgl 19/12/2007. Sudah beberapa hari ayahku tidak mau makan. Kubelikan jeruk, dia mau.
Dia minta juga untuk dibelikan manggis, tapi aku sudah berusaha mencari ke pasar, tidak ada. Karena sedang tidak musim. Rencana sore ini akan dibawa ke dokter. Tapi berhubung hujan begitu deras, tidak jadi ke dokter.
20/12/2007. Kondisi ayahku masih seperti kemarin, berbaring lemah tak berdaya. Hari ini adalah hari Raya Idul Adha. Paklik, bulik, serta anak-anaknya pergi ke tanah lapang di depan SD. Aku tidak turut serta, karena aku menjaga ayah. Terpikir olehku untuk membawa ayah ke RS Tegalyoso, Klaten. Tapi terpikir juga olehku, biaya rumah sakit yang besar.
Rencana ayahku besok baru akan di bawa ke dokter, karena hari ini libur. Tapi aku bersikeras agar dipanggilkan dokter PKU aja. Ya... akhirnya dokter dari PKU datang bersama seorang perawat. Setelah diperiksa, dan ditanya ini itu, akhirnya kuputuskan agar ayahku diopname, agar bisa diinfus. Karena kalo infusnya dibawa ke rumah gak bisa, jadi harus dibawa ke PKU.
Alhamdulillah, akhirnya ayahku bisa mendapatkan perawatan yang baik di PKU. Dan tarif kamarnyapun tidak mahal. Satu hari ada yang 18rb, 25rb dan 35rb. Mengingat kondisi keuanganku, akhirnya kupilih yang 18rb.
Di kamar tersebut, terdiri dari 3 bed. di bed ujung ada seorang pasien yang sedang bersiap-siap untuk pulang. di bed tengah kosong, dan bed paling depan ayahku.
Akhirnya ruangan tsb, ayah saya sendiri yang menempati. dua bed sebelah kosong semua. Aku dan saudara sepupuku, Nduk Sri, Sidik dan ahya bisa menjaga Pakdhenya dengan tidur di dua bed sebelah. Praktis seluruh ruangan kami yang pake. malah lebih dari VVIP.
Di hari ketiga, ketika kami sedang terlelap, datang pasien baru, akhirnya Nduk Sri dan Sidik pindah duduk di ruang tunggu yang di luar. Akupun terbangun dan duduk juga di luar.
Pasien baru tersebut sudah nenek-nenek, katanya nggak bisa ke belakang.
Pagi, 24 Des 2007. Ayahku kubelikan bubur, dan kusuapin habis satu bungkus. Alhamdulillah nafsu makannya sudah ada. Melihat perkembangan ini aku senang. Semoga ayah cepat sembuh.
Tak disangka, pasien baru yang semalam masuk, buang-buang air terus di kamar. Ruangan menjadi berbau tidak enak. Yang menunggupun pada muntah. Aku pergi ke belakang ke ruang kelas I. Kuperhatikan, dan kuamati. satu kamar untuk satu pasien. Ayahku sepertinya harus dipindah ke sini.
Aku temui suster jaga, dan kuminta agar memindahkan ayahku ke ruang kelas I. Karena kondisi di kamar kelas III, sudah tidak nyaman lagi. Akhirnya ayahku dipindahkan ke ruang kelas I sekitar pkl 09.00. Lega sudah. Ayahku bisa ke kamar mandi dengan berjalan pake kruk. karena lokasi kamar mandi ada di dalam kemar.
Pukul 13.00 ayahku minta selang infus dilepas aja. dan mau pulang sekarang. Berkali kali saya katakan nanti dulu, tapi ayahku memaksa untuk segera pulang saja. Akhirnya kutemui dokter jaga/ dr. Aswin. Kukatakan bahwa ayahku mau pulang. Setelah dicek dokter mengenai kondisi ayah, akhirnya diizinkan untuk pulang.
Sore hari aku selesaikan administrasi keuangan. 613rb total biaya perawatan. Alhamdulillah cukup, karena kusiapkan dana 1jt.
Ku SMS saudara sepupuku, tapi belum muncul-muncul juga. Akhirnya aku pinjam sepeda Mas Wahyudi untuk membawa pulang barang-barang ke rumah. Sementara ayahku masih menunggu duduk di kamar pasien. Dua kali bolak-balik naik sepede. Wah.... canggung juga ya naik sepeda. Sudah 15 tahun tidak pernah naik sepeda...... ternyata meski deg-degan.... aku masih bisa naik sepeda. Alhamdulillah.
Ketika aku selesai membawa barang-barang ke rumah, Sidik (sepupuku) datang dengan sepeda motor. Akhirnya ayahku dibonceng sepeda motor dengan diapit oleh Nduk Sri.
Lega...... urusan Rumah Sakit sudah beres.
Kini ayahku dirawat di rumah. Si Muh (adikku) kemarin datang dar jakarta. Alhamdulillah akhirnya dia datang juga.
25 Des 2007. Ayahku tidak mau makan kecuali dua suap aja udah. Sekitar pkl. 10.00 ayahku bilang "saya ingin tidur, jangan dibangunin ya". Ya sudah...... akhirnya kutinggal ke pasar belanja. Ke pasar dengan jalan kaki, terasa banget, keringat deras mengalir di badanku.
Sepulang dari pasar, kulihat ayahku terbaring, dengan badan berkeringat dan tangan berkeringat serta dahi berkeringat. Kusapu wajah, tangan dan badannya dengan kertas tissu. Kemudian kutuntun membaca-baca dzikir. Agak siang ayahku bilang " aku mau leren. kesel". Frekuensi batuknya menjadi sering. Akhirnya dia tertidur.
Sore hari aku katakan ke ayah "saya balik ke Jakarta ya, mau kerja?" Ayah bilang " ya".
Akhirnya aku kembali ke Jakarta dengan diiringi hujan gerimis. Dengan KA Senja Utama aku sampai jakarta pkl. 05.00. dan Pkl. 08.00 langsung ngantor.
Friday, December 14, 2007
Berita dari Kampung
Bapak sudah 5 hari ini sakitnya kambuh lagi,
dan sekarang tinggal di rumah bulik Siti
Bapak tidak mau makan kecuali beberapa suap dan makan buah
serta diberi minum madu
Padahal dua minggu yang lalu
ketika aku kembali ke Jakarta, Bapak sudah nampak sehat
bisa berjalan dengan baik
Minggu kemarin aku tidak sempat ke Kampung
karena aku ada tugas ke Jember, Jawa Timur
Rencana Sabtu sore ini aku akan pulang ke Kampung
tapi di Jakarta masih ada acara tanggal 18/12/2007
sementara tanggal 19/12 s.d. 21/12 libur hari Raya Idul Adha
Insya Allah aku pulang tanggal 18 sore
Nduk Sri dan Dik Lastri sms aku tentang keadaan Bapak
Para tetangga di kampung (1 mobil) penuh datang menengok Bapak
Nduk Sri juga kabarkan bahwa adikku nelpon dan minta uang ke Bapak
serta minta dilegalisirkan ijazah SD, SMP dan SMA
Aku berharap adikku mau kuajak pulang besok tuk lihat kondisi Bapak
Semoga hatinya terbuka. Amien.
dan sekarang tinggal di rumah bulik Siti
Bapak tidak mau makan kecuali beberapa suap dan makan buah
serta diberi minum madu
Padahal dua minggu yang lalu
ketika aku kembali ke Jakarta, Bapak sudah nampak sehat
bisa berjalan dengan baik
Minggu kemarin aku tidak sempat ke Kampung
karena aku ada tugas ke Jember, Jawa Timur
Rencana Sabtu sore ini aku akan pulang ke Kampung
tapi di Jakarta masih ada acara tanggal 18/12/2007
sementara tanggal 19/12 s.d. 21/12 libur hari Raya Idul Adha
Insya Allah aku pulang tanggal 18 sore
Nduk Sri dan Dik Lastri sms aku tentang keadaan Bapak
Para tetangga di kampung (1 mobil) penuh datang menengok Bapak
Nduk Sri juga kabarkan bahwa adikku nelpon dan minta uang ke Bapak
serta minta dilegalisirkan ijazah SD, SMP dan SMA
Aku berharap adikku mau kuajak pulang besok tuk lihat kondisi Bapak
Semoga hatinya terbuka. Amien.
Every man has his destiny
Setiap orang punya takdirnya masing-masing, begitu bunyi sebuah quote yang terkenal.
'Every man has his destiny'
-- famous quote.
Tak sengaja saya baca bolggernya Putrajaya. Saya baca kutipan diatas.
Saya berfikir memang benar. Setiap orang punya takdir masing-masing.
Saya melihat adik saya sendiri, sudah pontang-panting cari kerja hinga detik ini belum dapat kerja juga. Rezeki, jodoh, dan maut memang rahasia Allah.
Sekuat apapun kita berusaha, kalau Tuhan belum berkehendak nggak akan tercapai.
namun, jangan lupa : sebagai manusia kita harus berusaha merubah nasib kita. 'Innallaha layughayyiru ma bi qaumin hatta yu ghayyiru ma bi anfusihim'.
Janji Allah benar!
Menganggur memang merupakan sebuah beban. Baik beban bagi diri sendiri maupun beban bagi orang lain. Tak heran jika banyak yang mengalami depresi mental.
Termasuk adikku sendiri. Ketika dia meminta uang kepadaku, dan tidak kupenuhi maka dia akan bertindak 'brutal'. Dia keluarkan kata-kata yang kotor dan kalau dipikir-pikir 'sangat menyakitkan hati'. Dengan aksinya tersebut dia berharap dia akan dapat terpenuhi kehendaknya.
Seperti kejadian sore ini, tiba-tiba adikku datang ke kantorku. Dia minta uang dan kubilang tak ada uang. Dia marah-marah dan berbicara di luar kendalinya. Seolah bukan adik saya yang bicara. Sambil matanya melotot. Seperti kerasukan 'setan'.
Akhirnya dengan terpaksa kuberikan juga uang. Meski jumlahnya tidak banyak, ternyata dengan selembar uang tersebut dia diam dan pergi.
'ya Allah berilah hamba kesabaran menghadapi semua ini'
Yang saya herankan setelah insiden seperti ini biasanya dia akan bersikap biasa dan normal. Seolah tidak terjadi apa-apa. Ketika bertemu di rumah seolah insiden tersebut tidak pernah terjadi. Dia sudah normal kembali. bahkan rajin mengaji. Saya tidak tahu penyakit apa ini.
Setelah saya perhatikan, kejadian ini berkali-kali, setiap dia kepepet maka dia akan bertindak seperti orang gila. dengan harapan akan terpenuhi permintaannya.
Sebenarnya saya bingung menghadapi semua ini. Harus saya bawa kemana adik saya ini? haruskan saya bawa ke RSJ? atau ke psikiater? atau ke Kiai?
Akhirnya dengan seringnya kejadian seperti ini, saya akhirnya jadi terbiasa. dan saya anggap biasa aja.
Tapi kadang terfikir olehku.....
Untuk mencarikan alternatif pengobatan untuknya. Tapi kemana?
Berkali-kali dia berulah........
Lebaran disuruh pulang dan sudah diongkosi..... ternyata tidak pulang
malah merongrong ayah saya..... minta kiriman uang!
Disuruh menengok ayah yang sedang sakit... dan udah dikasih ongkos pulang
.... ternyata tidak pulang
dan malah minta kiriman lagi sama ayah....
dikemanakan uang-uang tersebut?
Apakah dia ikut aliran sesat?
ratusan ribu sudah ....... raib
hilang tak tentu dikemanakan.
Radio tape recorder yang ada di kamarnya juga sudah raib entah dikemanain....
Sudah terlalu banyak uang yang kuberikan kepadanya raib..... muspro
650 ribu katanya untuk latihan pendidikan satpam..... raib sudah
muspro juga.......
...............................
'Every man has his destiny'
-- famous quote.
Tak sengaja saya baca bolggernya Putrajaya. Saya baca kutipan diatas.
Saya berfikir memang benar. Setiap orang punya takdir masing-masing.
Saya melihat adik saya sendiri, sudah pontang-panting cari kerja hinga detik ini belum dapat kerja juga. Rezeki, jodoh, dan maut memang rahasia Allah.
Sekuat apapun kita berusaha, kalau Tuhan belum berkehendak nggak akan tercapai.
namun, jangan lupa : sebagai manusia kita harus berusaha merubah nasib kita. 'Innallaha layughayyiru ma bi qaumin hatta yu ghayyiru ma bi anfusihim'.
Janji Allah benar!
Menganggur memang merupakan sebuah beban. Baik beban bagi diri sendiri maupun beban bagi orang lain. Tak heran jika banyak yang mengalami depresi mental.
Termasuk adikku sendiri. Ketika dia meminta uang kepadaku, dan tidak kupenuhi maka dia akan bertindak 'brutal'. Dia keluarkan kata-kata yang kotor dan kalau dipikir-pikir 'sangat menyakitkan hati'. Dengan aksinya tersebut dia berharap dia akan dapat terpenuhi kehendaknya.
Seperti kejadian sore ini, tiba-tiba adikku datang ke kantorku. Dia minta uang dan kubilang tak ada uang. Dia marah-marah dan berbicara di luar kendalinya. Seolah bukan adik saya yang bicara. Sambil matanya melotot. Seperti kerasukan 'setan'.
Akhirnya dengan terpaksa kuberikan juga uang. Meski jumlahnya tidak banyak, ternyata dengan selembar uang tersebut dia diam dan pergi.
'ya Allah berilah hamba kesabaran menghadapi semua ini'
Yang saya herankan setelah insiden seperti ini biasanya dia akan bersikap biasa dan normal. Seolah tidak terjadi apa-apa. Ketika bertemu di rumah seolah insiden tersebut tidak pernah terjadi. Dia sudah normal kembali. bahkan rajin mengaji. Saya tidak tahu penyakit apa ini.
Setelah saya perhatikan, kejadian ini berkali-kali, setiap dia kepepet maka dia akan bertindak seperti orang gila. dengan harapan akan terpenuhi permintaannya.
Sebenarnya saya bingung menghadapi semua ini. Harus saya bawa kemana adik saya ini? haruskan saya bawa ke RSJ? atau ke psikiater? atau ke Kiai?
Akhirnya dengan seringnya kejadian seperti ini, saya akhirnya jadi terbiasa. dan saya anggap biasa aja.
Tapi kadang terfikir olehku.....
Untuk mencarikan alternatif pengobatan untuknya. Tapi kemana?
Berkali-kali dia berulah........
Lebaran disuruh pulang dan sudah diongkosi..... ternyata tidak pulang
malah merongrong ayah saya..... minta kiriman uang!
Disuruh menengok ayah yang sedang sakit... dan udah dikasih ongkos pulang
.... ternyata tidak pulang
dan malah minta kiriman lagi sama ayah....
dikemanakan uang-uang tersebut?
Apakah dia ikut aliran sesat?
ratusan ribu sudah ....... raib
hilang tak tentu dikemanakan.
Radio tape recorder yang ada di kamarnya juga sudah raib entah dikemanain....
Sudah terlalu banyak uang yang kuberikan kepadanya raib..... muspro
650 ribu katanya untuk latihan pendidikan satpam..... raib sudah
muspro juga.......
...............................
Proposalku sayang, proposalku malang
Proposal yang kuajukan ke Pembimbing II, hampir setiap lembarnya penuh dengan koreksian.
Nggak kebayang dech. Sampai sekarang aku belum sempat memperbaikinya. baru beberapa halaman yang sempat kuperbaiki. terus aku sibuk ke sana dan ke sini. Jadi .... Proposalku sayang proposalku malang.
Pinginya cepat lulus kuliah. Ternyata 'berat' juga ya?
Ya... semoga cepet selesai. Amien.
Nggak kebayang dech. Sampai sekarang aku belum sempat memperbaikinya. baru beberapa halaman yang sempat kuperbaiki. terus aku sibuk ke sana dan ke sini. Jadi .... Proposalku sayang proposalku malang.
Pinginya cepat lulus kuliah. Ternyata 'berat' juga ya?
Ya... semoga cepet selesai. Amien.
Kesempatan ke Jawa Timur
10/12/2007
Alhamdulillah, dapat kesempatan ke Jember, jawa Timur.
Pkl. 17.40 Lions Air mengudara membawa kami menuju Bandara Juanda Surabaya
Cuaca agak kurang bagus, sehingga berkali-kali pramugari mengingatkan kita
tuk tetap mengenakan sheetbelt.
Sekitar pukul 19.30 kami sudah tiba di Surabaya. Perjalanan Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 10 menit.
Oleh rekan-rekan PW Nasiyah Jawa Timur kami dijemput dengan mobil kijang silver milik majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur. Ada kak Fuada dari PWNA Jatim yang menjemput kami.
Dari bandara Juanda kami dibawa ke Sidoarjo dan mampir di sebuah Rumah Makan yang cukup besar. Sup buntut hangat kupesan untuk menghangatkan badan, karena cuaca disini
kebetulan hujan cukup deras. dan segelas es jeruk untuk sekedar melarutkan lemak-lemak yang masuk.
Setelah makan selesai kami menuju ke Jember, dengan melewati jalan disekitar Porong Sidoarjo. kami melihat dalam kegelapan, (karena udah malam) tanggul-tanggul tinggi yang menahan lumpur Lapindo. Masya Allah......
Perjalanan ke Jember kami tempuh sekitar 5 jam perjalanan dengan melewati probolinggo, bangil, ...... dst.
Sampai di Universitas Muhammadiyah Jember waktu udah lewat tengah malam. kami menginap di Akademi pariwisata Unmuh Jember, yang settingnya seperti di Hotel. (untuk praktek anak-anak akpar). Sebuah kamar seperti layaknya kamar hotel, dengan kamar mandi shower, udah tersedia sabun dan sikat gigi lengkap plus handuk. Di meja telah tersedia air mineral, dan buah pir yang dibungkus rapi dengan plastik bening.
Kami berempat di kamar bersama Mbak Evi (Ketua PPNA), Herni Ramadhani, Kak Mia, dan saya sendiri. Berhubung bednya hanya dua, kami berinisiatif untuk menurunkan bed atas ke bawah.
pkl. 4.30 kami sudah terbangun. sholat subuh, mandi, dan sarapan pagi. Pkl. 08.30 acara dimulai. Acara Sosialisasi UU Anti perdagangan manusia digeral dengan Talkshow dan workshop.
Tugasku kali ini, membackup untuk notulensi dan rekam proses dengan MP4. Sementara Kak Mia, tugasnya rekam proses dengan handycam. Mbak Evi tentu saja sebagai Keeynote speech. dan herni tuk urusan berkas-berkas/makalah, dsb.
Insiden buruk terjadi, rekanku Herni sakit perut gara-gara makan cambel kepedasan semalam. Kasihan sekali, dia terbaring lemas di kamar.
Pukul 18.00 kami meninggalkan UM Jember menuju Surabaya. Seperti kemarin perjalanan di tempuh selama 5 jam. Cukup melelahkan memang. Kami sempat mampir di Toko oleh-oleh di Jember.
Tiba di Surabaya kami menginap di perumahan ( 10 menit dari Bandara Juanda) ditempat kost-kosannya Ella (anak PWNA Jatim). Sebuah rumah bertingkat dengan kamar-kamar kost yang cukup mewah menurutku. Rumah seorang anggota Polisi di Polda Jatim.
Pkl. 05.00 kami dihantar taxi menuju Juanda. Pkl. 06.40 Wings Air yang kami tumpangi terbang menuju Jakarta. Tiba di Jakarta masih pagi. Langsung naik Damri ke Rawa mangun. Dan dengan Angkot 25 merah saya langsung ke kantor. (Soalnya ijinnya cuma satu hari saja). Kebetulan Bos saya sedang ke Kuala Lumpur sampai dengan tanggal 15/12/2007.
Alhamdulillah, sudah kembali ke Jakarta dengan selamat.
Alhamdulillah, dapat kesempatan ke Jember, jawa Timur.
Pkl. 17.40 Lions Air mengudara membawa kami menuju Bandara Juanda Surabaya
Cuaca agak kurang bagus, sehingga berkali-kali pramugari mengingatkan kita
tuk tetap mengenakan sheetbelt.
Sekitar pukul 19.30 kami sudah tiba di Surabaya. Perjalanan Jakarta-Surabaya ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 10 menit.
Oleh rekan-rekan PW Nasiyah Jawa Timur kami dijemput dengan mobil kijang silver milik majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur. Ada kak Fuada dari PWNA Jatim yang menjemput kami.
Dari bandara Juanda kami dibawa ke Sidoarjo dan mampir di sebuah Rumah Makan yang cukup besar. Sup buntut hangat kupesan untuk menghangatkan badan, karena cuaca disini
kebetulan hujan cukup deras. dan segelas es jeruk untuk sekedar melarutkan lemak-lemak yang masuk.
Setelah makan selesai kami menuju ke Jember, dengan melewati jalan disekitar Porong Sidoarjo. kami melihat dalam kegelapan, (karena udah malam) tanggul-tanggul tinggi yang menahan lumpur Lapindo. Masya Allah......
Perjalanan ke Jember kami tempuh sekitar 5 jam perjalanan dengan melewati probolinggo, bangil, ...... dst.
Sampai di Universitas Muhammadiyah Jember waktu udah lewat tengah malam. kami menginap di Akademi pariwisata Unmuh Jember, yang settingnya seperti di Hotel. (untuk praktek anak-anak akpar). Sebuah kamar seperti layaknya kamar hotel, dengan kamar mandi shower, udah tersedia sabun dan sikat gigi lengkap plus handuk. Di meja telah tersedia air mineral, dan buah pir yang dibungkus rapi dengan plastik bening.
Kami berempat di kamar bersama Mbak Evi (Ketua PPNA), Herni Ramadhani, Kak Mia, dan saya sendiri. Berhubung bednya hanya dua, kami berinisiatif untuk menurunkan bed atas ke bawah.
pkl. 4.30 kami sudah terbangun. sholat subuh, mandi, dan sarapan pagi. Pkl. 08.30 acara dimulai. Acara Sosialisasi UU Anti perdagangan manusia digeral dengan Talkshow dan workshop.
Tugasku kali ini, membackup untuk notulensi dan rekam proses dengan MP4. Sementara Kak Mia, tugasnya rekam proses dengan handycam. Mbak Evi tentu saja sebagai Keeynote speech. dan herni tuk urusan berkas-berkas/makalah, dsb.
Insiden buruk terjadi, rekanku Herni sakit perut gara-gara makan cambel kepedasan semalam. Kasihan sekali, dia terbaring lemas di kamar.
Pukul 18.00 kami meninggalkan UM Jember menuju Surabaya. Seperti kemarin perjalanan di tempuh selama 5 jam. Cukup melelahkan memang. Kami sempat mampir di Toko oleh-oleh di Jember.
Tiba di Surabaya kami menginap di perumahan ( 10 menit dari Bandara Juanda) ditempat kost-kosannya Ella (anak PWNA Jatim). Sebuah rumah bertingkat dengan kamar-kamar kost yang cukup mewah menurutku. Rumah seorang anggota Polisi di Polda Jatim.
Pkl. 05.00 kami dihantar taxi menuju Juanda. Pkl. 06.40 Wings Air yang kami tumpangi terbang menuju Jakarta. Tiba di Jakarta masih pagi. Langsung naik Damri ke Rawa mangun. Dan dengan Angkot 25 merah saya langsung ke kantor. (Soalnya ijinnya cuma satu hari saja). Kebetulan Bos saya sedang ke Kuala Lumpur sampai dengan tanggal 15/12/2007.
Alhamdulillah, sudah kembali ke Jakarta dengan selamat.
Jalan jalan ke Danau Toba

Toba lake
ya ... akhirnya sampai juga aku di Pulau Sumatera
19/12/2007 Pesawat Lion Air yang aku tumpangin mendarat di Polonia Medan,
Rombongan kami dari Jakarta berjumlah 6 orang dijemput oleh teman-teman Nasyiah Wilayah
di Bandara.
Sambil menunggu teman-teman yang lain, telah ada juga teman-teman dari Sumatera Barat yang sudah menunggu di Bus.
Kami langsung menuju ke kantor PW Muhammadiyah Medan tuk menjemput rekan-rekan PPNA yang sudah lebih awal datang di Medan. Untuk selanjutnya kami dibawa ke tempat acara Tanwir II NA, di Wisma LPMP Jl. Bunga Raya Medan.
Sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan, bisa menginjakkan kaki di Medan
Yang dulu hanya bisa saya lihat di Peta, dan saya ketahui ada sebuah danau yang terdalam dan terluas di dunia, yaitu Danau Toba. dimana ada sebuah pulau yang bernama Samosir.
Acara Tanwir akan berlangsung hingga tanggal 22 Nopember 2007.
Pembukaan dipusatkan di Univ. Muhammadiyah Sumatera Utara.
Selebihnya persidangan di wisma LPMP.
23/11/2007 kami menyempatkan diri ke Danau Toba, yang berjarak 5 jam dari kota Medan. dengan mengendarai mobil Kijang milik saudaranya Mbak Balqis kami ke danau Toba. Dan sempat menyeberangi hingga Pulau Samosir.
hamparan air danau yang biru, dengan deru speedboat yang kencang
terpaan angin semilir menghantar kami hingga Pulo Samosir/ Tomok.
Di sana kami sempatkan untuk beli oleh-oleh berupa kaos bertuliskan Toba Lake.
24/11/2007. kami kembali ke Jakarta.
Meski ada sedikit insiden gara-gara seorang rekan kami yang tidak bertanggungjawab meninggalkan rombongan karena yang sedang kepayang 'mabuk'.
Dengan sport jantung kami bertiga (Sanggra & Balqis) menuju Bandara tuk chek in. Bayangkan barang-barang yang harus kami bawa buanyak sekali. punya enam orang! Kopor-kopor berat dan berbagai macam tas, kardus berisi oleh-oleh. Sampai-sampai kalo diangkut pake taksi tidak muat. Terpaksa kami sewa angkot dengan sewa 70 ribu rupiah.
dan bayangkan, 5 menit lagi check in 'close'. sementara tiket kita adalah unrefundable, dan harus jam itu juga, hari itu juga, tidak bisa maju dan tidak bisa mundur. kalau batal-ya batal. dan kita bakal kehilangan semuanya. 'hangus'.
Tak terbayangkan dech. Aku gak bisa cerita soal teman yang satu ini. Biarlah Allah dan malaikatnya saja yang tahu.
Sekedar sebuah catatan untuk kegiatan selanjutnya telah masuk dalam daftar :"blacklist".
Itu saja komentar saya untuk rekan yang satu ini.
ya... suka dukanya .......
Monday, November 12, 2007
37 telah terlewati

12 Nopember 2007.
Tak terasa angka 37 telah terlewati
Begitu cepat dan tak terasa,
ternyata sudah kepala tiga
Rasanya baru kemarin lulus sekolah menengah
Rasanya baru kemarin menikmati keceriaan masa remaja
Tak terasa 37 telah terlewati,
dan aku masih sendiri
sementara temen-temen sekolahku
telah sibuk menyiapkan menu tuk sang suami
telah sibuk mengantar anak-anak mereka ke bangku sekolah
sementara aku?
masih sibuk dengan diri sendiri
ya....
jika teman-temanku sibuk dengan keluarganya,
maka aku sibuk dengan diriku sendiri
Tak pernah terpikir,.....
ternyata aku masih sendiri
Tak pernah terlintas
aku akan seperti ini
Dulu ketika usia menjelang 25
aku bercita-cita menjadi ibu rumah tangga
12 tahun lewat.......
aku sibuk dengan karirku.....
karir?
Aku yakin
rezeki, jodoh, dan maut
adalah kehendakNya
Jadi, jangan salahkan....
ketika aku tak mampu menjawab sebuah pertanyaan
Berapa putranya bu?
Atau ketika aku harus ke luar kota sendirian
tiba-tiba ada pertanyaan
Tidak bersama suami bu?
atau sebuah pertanyaan yang menohok
Sudah menikah bu?
atau ketika sebuah nasehat datang dari teman chatingku
... makanya sekarang kamu harus berusaha mencari jodoh
kupikir iya juga sich ada benarnya.....
tapi kemana aku harus mencari?
Thursday, September 06, 2007
Berita duka
Siang tadi ada sms di hp ku. berita lelayu. temanku di Nasyiah Jogja, mbak Isti Wasingah meninggal dunia. Kutanyakan informasi ini ke Sekretariat NA di Jakarta, apa memang betul Mbak Isti yang bendahara PPNA ? ternyata benar.
Beliau mengalami kecelakaan dan sudah koma beberapa hari di RS Sardjito. Ya... memang usia manusia tidak pernah tahu. Itulah rahasia Ilahi.
Saya baru mendengar berita sakitnya mbak Isti Wasingah juga baru tadi, dari Fina. Rupanya baru beberapa bulan saya tidak ke Menteng, karena kesibukan tugas di kampus, berita tentang sakitnya seorang temanpun tidak sempat kuketahui. Aku justru mendengarnya ketika dia sudah tiada.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahannya serta memberikan tempat yang layak disisiNya. Amien. ( Kamis, 06-09-2007)
Beliau mengalami kecelakaan dan sudah koma beberapa hari di RS Sardjito. Ya... memang usia manusia tidak pernah tahu. Itulah rahasia Ilahi.
Saya baru mendengar berita sakitnya mbak Isti Wasingah juga baru tadi, dari Fina. Rupanya baru beberapa bulan saya tidak ke Menteng, karena kesibukan tugas di kampus, berita tentang sakitnya seorang temanpun tidak sempat kuketahui. Aku justru mendengarnya ketika dia sudah tiada.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahannya serta memberikan tempat yang layak disisiNya. Amien. ( Kamis, 06-09-2007)
Thursday, July 05, 2007
Pesona Kelembutan Islam
Pengajian: Pesona Kelembutan Islam
Oleh: Ustadz Hakamsyah Lc.
Di antara akhlak Nabi Saw. yang paling menonjol, beliau adalah
pribadi yang lemah-lembut. Kesaksian semua orang yang pernah semasa
dengan beliau, menggambarkan bahwa beliau tidak pernah berkata
kasar, tidak pernah mengumpat, dan tidak pernah berlaku bengis.
Bahkan, beliau Saw. tidak pernah marah, kecuali terhadap perbuatan
yang melanggar kehormatan agama.
Dalam ungkapan yang singkat, Dr. Yusuf al-Qardhawi
mengatakan, "Barangsiapa membaca sunnah Rasul Saw., baik dalam
perkataan maupun perbuatan, maka akan menemukan pancaran
kelemahlembutan dalam berdakwah dan interaksi sehari-hari. "
Ada beberapa hikmah yang bisa kita peroleh dari perangai
lemah-lembut, seperti telah dicontohkan oleh Nabi Saw. Yaitu di
antaranya: Pertama, kelemahlembutan bisa membuat kita menjadi
pribadi yang indah. Secara garis besar, Allah Swt. mengkaruniakan
dua keindahan kepada manusia: keindahan fisik, dan keindahan
kepribadian. Manusia pada umumnya mudah terpukau oleh keindahan
fisik. Namun, keindahan fisik ini akan segera kehilangan kesan bila
tingkah-laku dan kata-katanya kasar. Di sinilah, kelemahlembutan
menjadi kunci untuk mewujudkan pribadi yang indah. Nabi Saw.
bersabda:
"Åä Çááå íÚØí Úáì ÇáÑÝÞ ãÇ áÇ íÚØí Úáì ÇáÚäÝ, æãÇ áÇ íÚØí Úáì ãÇ ÓæÇå".
"Sesungguhnya Allah memberi (keutamaan) kepada
kelemahlembutan, yang tidak diberikanNya kepada kekerasan, dan tidak
juga diberikanNya kepada (sifat-sifat) yang lain." (HR. Muslim
dari `Aisyah ra.)
Dalam kesempatan lain, Nabi Saw. bersabda:
"Åä ÇáÑÝÞ áÇ íßæä Ýí ÔíÁ ÅáÇ ÒÇäå, æáÇ íäÒÚ ãä ÔíÁ ÅáÇ ÔÇäå".
"Sesungguhnya kelemahlembutan tidak melekat pada sebuah
pribadi kecuali sebagai perhiasan, dan tidak terlepas darinya
kecuali sebagai keaiban." (HR. Muslim)
Kedua, kelemahlembutan bisa membentuk orang-orang dan
lingkungan di sekitar kita. Banyak Sahabat radhiyalLahu
ta'âlâ `anhum yang memperoleh hidayah (masuk Islam) setelah
menyaksikan pribadi Nabi Saw. yang lemah-lembut. Salah satunya:
Tsumâmah bin Atsâl ra.
Suatu hari, Tsumâmah yang masih musyrik tertangkap dalam
sebuah peperangan melawan kaum Muslimin. Ketika Nabi Saw. menjenguk
para tawanan, beliau sempat bertanya kepada Tsumâmah, "Apa yang
ingin kau katakana, wahai Tsumâmah?"
Tsumâmah menjawab, "Jika kau hendak membunuhku, hai
Muhammad, sesungguhnya kau membunuh seseorang yang memiliki pengaruh
kuat. Jika mau berbuat baik kepadaku, maka kau berbuat baik kepada
orang yang tahu berterima kasih. Dan jika kau ingin harta tebusan,
sebutkan saja berapa pun jumlahnya, pasti akan aku bayar."
Namun Nabi Saw. tidak memerintahkan untuk membunuh Tsumâmah,
atau meminta tebusan darinya. Beliau Saw. malah mengingatkan para
Sahabat ra. agar merawat Tsumâmah dan tawanan lainnya dengan baik.
Demikianlah, sampai tiga kali kesempatan Nabi Saw.
menanyakan hal yang sama kepada Tsumâmah, ia terus menantang untuk
dibunuh saja atau membayar tebusan dalam jumlah yang besar.
Setelah para tawanan tersebut dirawat hingga pulih kondisi
mereka, alih-alih mereka dibunuh atau dimintai uang tebusan; Nabi
Saw. dengan senyum mengembang malah membebaskan mereka tanpa syarat
dan menyuruh mereka untuk kembali kepada keluarga masing.
Tsumâmah pun beranjak meninggalkan Nabi Saw dan para Sahabat
ra. Namun tak lama berselang, ia kembali menghadap Nabi Saw.,
mengikrarkan keislamannya. Lalu ia berkata, "Sungguh, wahai
Rasulullah, sebelum ini tiada orang yang paling saya benci di dunia
selain anda. Tapi sekarang anda menjadi orang yang paling saya
cintai di dunia ini." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketiga, kelemahlembutan adalah pelindung hati dari noda dan
penyakit kalbu. Yang perlu disadari, ketika kita berkata kasar dan
mengumpat, sebenarnya kita tidak sedang merugikan orang lain. Tapi,
terlebih lagi, kita sedang menodai hati kita sendiri, mengotorinya
dengan kekasaran, serta membuatnya menjadi keras.
Suatu kali, Nabi Saw. tengah dudukbersama Aisyah ra. Lalu
melintaslah sekelompok orang Yahudi di hadapan beliau. Tiba-tiba
mereka menyapa Nabi Saw. dengan memelesetkan
ungkapan "Assalâmu'alaikum" menjadi "Assâmu `alaika"—kebinasaan
atasmu, hai Muhammad.
Mendengar serapah orang-orang Yahudi itu, Aisyah ra. naik
pitam dan balik memaki mereka. Namun Nabi Saw. segera menenangkan
Aisyah ra. dan memintanya agar tidak mengotori mulut dan hatinya
dengan kekasaran dan kebencian. Lalu beliau memberikan alasan:
"Åä Çááå ÑÝíÞ æíÍÈ ÇáÑÝÞ Ýí ÇáÃãÑ ßáå".
"Sesungguhnya Allah Swt. lembut, dan menyukai
kelemahlembutan dalam segala hal." (HR. al-Bukhari)
Lemah-lembut dalam tutur kata, lemah-lembut dalam canda,
serta lemah-lembut dalam tingkah-laku ternyata merupakan salah satu
keteladanan yang paling menonjol dalam diri Rasulullah Saw. Dan saat
ini, dalam keseharian kita, baik dalam lingkup kehidupan sosial yang
paling kecil hingga yang paling besar; betapa kita menghajatkan
keteladanan ini demi terus menjaga keseimbangan sosial yang kita
miliki. Toh Allah Swt. telah berfirman:
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan
yang baik bagimu; yaitu bagi orang-orang yang mengharap (keridhaan)
Allah…" (Al-Ahzâb; 21)
Kelemahlembutan bukan indikasi ketidakberdayaan, tetapi
merupakan tanda kemampuan untuk mengendalikan diri. Sebaliknya,
kekasaran bukan tanda kekuasaan, namun tanda kerapuhan emosional dan
kelemahan kepribadian.
Pada titik singgung ini, Nabi Saw. bersabda:
"ÅÐÇ ÃÍÈø Çááå ÚÈÏÇ ÃÚØÇå ÇáÑÝÞ. æãÇ ãä Ãåá ÈíÊ íÍÑøãæä ÇáÑÝÞ ÅáÇ
ÍÑøãæÇ ÇáÎíÑ".
"Apabila Allah Swt. menyukai seorang hamba, maka Ia akan
mengkaruniainya kelemahlembutan. Dan barangsiapa dari keluargaku
yang mengharamkan/ menjauhi kelemahlembutan, maka sesungguhnya dia
telah menjauhi kebaikan." (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Oleh: Ustadz Hakamsyah Lc.
Di antara akhlak Nabi Saw. yang paling menonjol, beliau adalah
pribadi yang lemah-lembut. Kesaksian semua orang yang pernah semasa
dengan beliau, menggambarkan bahwa beliau tidak pernah berkata
kasar, tidak pernah mengumpat, dan tidak pernah berlaku bengis.
Bahkan, beliau Saw. tidak pernah marah, kecuali terhadap perbuatan
yang melanggar kehormatan agama.
Dalam ungkapan yang singkat, Dr. Yusuf al-Qardhawi
mengatakan, "Barangsiapa membaca sunnah Rasul Saw., baik dalam
perkataan maupun perbuatan, maka akan menemukan pancaran
kelemahlembutan dalam berdakwah dan interaksi sehari-hari. "
Ada beberapa hikmah yang bisa kita peroleh dari perangai
lemah-lembut, seperti telah dicontohkan oleh Nabi Saw. Yaitu di
antaranya: Pertama, kelemahlembutan bisa membuat kita menjadi
pribadi yang indah. Secara garis besar, Allah Swt. mengkaruniakan
dua keindahan kepada manusia: keindahan fisik, dan keindahan
kepribadian. Manusia pada umumnya mudah terpukau oleh keindahan
fisik. Namun, keindahan fisik ini akan segera kehilangan kesan bila
tingkah-laku dan kata-katanya kasar. Di sinilah, kelemahlembutan
menjadi kunci untuk mewujudkan pribadi yang indah. Nabi Saw.
bersabda:
"Åä Çááå íÚØí Úáì ÇáÑÝÞ ãÇ áÇ íÚØí Úáì ÇáÚäÝ, æãÇ áÇ íÚØí Úáì ãÇ ÓæÇå".
"Sesungguhnya Allah memberi (keutamaan) kepada
kelemahlembutan, yang tidak diberikanNya kepada kekerasan, dan tidak
juga diberikanNya kepada (sifat-sifat) yang lain." (HR. Muslim
dari `Aisyah ra.)
Dalam kesempatan lain, Nabi Saw. bersabda:
"Åä ÇáÑÝÞ áÇ íßæä Ýí ÔíÁ ÅáÇ ÒÇäå, æáÇ íäÒÚ ãä ÔíÁ ÅáÇ ÔÇäå".
"Sesungguhnya kelemahlembutan tidak melekat pada sebuah
pribadi kecuali sebagai perhiasan, dan tidak terlepas darinya
kecuali sebagai keaiban." (HR. Muslim)
Kedua, kelemahlembutan bisa membentuk orang-orang dan
lingkungan di sekitar kita. Banyak Sahabat radhiyalLahu
ta'âlâ `anhum yang memperoleh hidayah (masuk Islam) setelah
menyaksikan pribadi Nabi Saw. yang lemah-lembut. Salah satunya:
Tsumâmah bin Atsâl ra.
Suatu hari, Tsumâmah yang masih musyrik tertangkap dalam
sebuah peperangan melawan kaum Muslimin. Ketika Nabi Saw. menjenguk
para tawanan, beliau sempat bertanya kepada Tsumâmah, "Apa yang
ingin kau katakana, wahai Tsumâmah?"
Tsumâmah menjawab, "Jika kau hendak membunuhku, hai
Muhammad, sesungguhnya kau membunuh seseorang yang memiliki pengaruh
kuat. Jika mau berbuat baik kepadaku, maka kau berbuat baik kepada
orang yang tahu berterima kasih. Dan jika kau ingin harta tebusan,
sebutkan saja berapa pun jumlahnya, pasti akan aku bayar."
Namun Nabi Saw. tidak memerintahkan untuk membunuh Tsumâmah,
atau meminta tebusan darinya. Beliau Saw. malah mengingatkan para
Sahabat ra. agar merawat Tsumâmah dan tawanan lainnya dengan baik.
Demikianlah, sampai tiga kali kesempatan Nabi Saw.
menanyakan hal yang sama kepada Tsumâmah, ia terus menantang untuk
dibunuh saja atau membayar tebusan dalam jumlah yang besar.
Setelah para tawanan tersebut dirawat hingga pulih kondisi
mereka, alih-alih mereka dibunuh atau dimintai uang tebusan; Nabi
Saw. dengan senyum mengembang malah membebaskan mereka tanpa syarat
dan menyuruh mereka untuk kembali kepada keluarga masing.
Tsumâmah pun beranjak meninggalkan Nabi Saw dan para Sahabat
ra. Namun tak lama berselang, ia kembali menghadap Nabi Saw.,
mengikrarkan keislamannya. Lalu ia berkata, "Sungguh, wahai
Rasulullah, sebelum ini tiada orang yang paling saya benci di dunia
selain anda. Tapi sekarang anda menjadi orang yang paling saya
cintai di dunia ini." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketiga, kelemahlembutan adalah pelindung hati dari noda dan
penyakit kalbu. Yang perlu disadari, ketika kita berkata kasar dan
mengumpat, sebenarnya kita tidak sedang merugikan orang lain. Tapi,
terlebih lagi, kita sedang menodai hati kita sendiri, mengotorinya
dengan kekasaran, serta membuatnya menjadi keras.
Suatu kali, Nabi Saw. tengah dudukbersama Aisyah ra. Lalu
melintaslah sekelompok orang Yahudi di hadapan beliau. Tiba-tiba
mereka menyapa Nabi Saw. dengan memelesetkan
ungkapan "Assalâmu'alaikum" menjadi "Assâmu `alaika"—kebinasaan
atasmu, hai Muhammad.
Mendengar serapah orang-orang Yahudi itu, Aisyah ra. naik
pitam dan balik memaki mereka. Namun Nabi Saw. segera menenangkan
Aisyah ra. dan memintanya agar tidak mengotori mulut dan hatinya
dengan kekasaran dan kebencian. Lalu beliau memberikan alasan:
"Åä Çááå ÑÝíÞ æíÍÈ ÇáÑÝÞ Ýí ÇáÃãÑ ßáå".
"Sesungguhnya Allah Swt. lembut, dan menyukai
kelemahlembutan dalam segala hal." (HR. al-Bukhari)
Lemah-lembut dalam tutur kata, lemah-lembut dalam canda,
serta lemah-lembut dalam tingkah-laku ternyata merupakan salah satu
keteladanan yang paling menonjol dalam diri Rasulullah Saw. Dan saat
ini, dalam keseharian kita, baik dalam lingkup kehidupan sosial yang
paling kecil hingga yang paling besar; betapa kita menghajatkan
keteladanan ini demi terus menjaga keseimbangan sosial yang kita
miliki. Toh Allah Swt. telah berfirman:
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan
yang baik bagimu; yaitu bagi orang-orang yang mengharap (keridhaan)
Allah…" (Al-Ahzâb; 21)
Kelemahlembutan bukan indikasi ketidakberdayaan, tetapi
merupakan tanda kemampuan untuk mengendalikan diri. Sebaliknya,
kekasaran bukan tanda kekuasaan, namun tanda kerapuhan emosional dan
kelemahan kepribadian.
Pada titik singgung ini, Nabi Saw. bersabda:
"ÅÐÇ ÃÍÈø Çááå ÚÈÏÇ ÃÚØÇå ÇáÑÝÞ. æãÇ ãä Ãåá ÈíÊ íÍÑøãæä ÇáÑÝÞ ÅáÇ
ÍÑøãæÇ ÇáÎíÑ".
"Apabila Allah Swt. menyukai seorang hamba, maka Ia akan
mengkaruniainya kelemahlembutan. Dan barangsiapa dari keluargaku
yang mengharamkan/ menjauhi kelemahlembutan, maka sesungguhnya dia
telah menjauhi kebaikan." (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Doa untuk Simbok
Ya Allah lewat Blog ini saya berdoa untuk ibu saya, nenek dan kakek saya yang telah mendahului kami.
"Allahumagfirli wali walidaya warhamhuma kama robbayani saghira"
Ya Allah ampunilah dosa-dosa kedua orangtua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil.
Ya Allah,
ampunilah dosa dan kesalahan ibu saya
sayangilah dia sebagaimana dia menyayangi kami di waktu kecil
berilah dia rahmat dan kasih sayangMu
balaslah setiap kebaikan yang ia lakukan
dan ampunilah setiap titik kesalahannya
Ya Allah ampunilah dosa nenek dan kakek kami
yang telah mendahului kami
berilah mereka tempat yang layak di sisimu
berilah mereka rahmat dan kasih sayangMu
pertemukanlah kami dalam rahmatMu
Amien.
"Allahumagfirli wali walidaya warhamhuma kama robbayani saghira"
Ya Allah ampunilah dosa-dosa kedua orangtua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil.
Ya Allah,
ampunilah dosa dan kesalahan ibu saya
sayangilah dia sebagaimana dia menyayangi kami di waktu kecil
berilah dia rahmat dan kasih sayangMu
balaslah setiap kebaikan yang ia lakukan
dan ampunilah setiap titik kesalahannya
Ya Allah ampunilah dosa nenek dan kakek kami
yang telah mendahului kami
berilah mereka tempat yang layak di sisimu
berilah mereka rahmat dan kasih sayangMu
pertemukanlah kami dalam rahmatMu
Amien.
Hari yang penuh perjuangan
Rabu, 4 Juli 2007. Aku ada janji rekaman untuk acara siaran SIPITUNG (Siaran Pemuda Pilar Tunas Bangsa) di RRI Medan Merdeka pukul 10. pagi. Dari Kampus Klender aku berangkat pukul 08.30. Berarti aku ada waktu perjalanan kurang lebih 1 1/2 jam. Ternyata jalanan macet. Dari kampung melayu naik mobil 01 arah Senen. Kemudian turun di Poli. dari situ naik Bajaj bayar 7000. Sepanjang jalan sudah ditelpon oleh Mbak Iren. Katanya narasaumber Dr. Ade Hikmat sudah datang di RRI. Sampai di RRI yang lumayan telat setengah jam. Rencananya habis rekaman aku mau langsung bimbingan ke Pak Bas di Puspendik. Semua bahan proposal sudah tadi malam kuselesaikan sampai jam 11 malam.
Ternyata aku harus rekaman untuk 5 kali siaran sekaligus. Biasanya sich untuk 4 kali siaran. Selesai rekaman sekitar jam 12.30. Berarti aku ada waktu sekitar setengah jam untuk sampai di kantor pak Bas. Untung tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.
Saya SMS pak Bas. bahwa aku akan ke kantornya. masih bolehkan? maklum jam bimbingan jam 11 s.d. jam 13.00. Aku menunggu Bus di depan RRI dengan tujuan ke arah Senen. Tak lama kemudian ada Bus besar yang lewat dan ada tulisannya Senen ...... langsung aja aku naik. Ternyata lama banget kok nggak sampe-sampe. Lalu kondekturnya nanya, emang mau kemana? mau ke Balai Pustaka. Wah... salah. ya sudah nanti turun aja di Kebon Jeruk (maksudnya Pintu Tol Kebon Jeruk). karena memang Busnya sudah masuk jalan Tol.
Sebenarnya aku agak ragu-ragu ... kok nggak sampai-sampai. e... ternyata salah naik mobil.
Sampai di Pintu tol Kebon Jeruk aku kemudian ditunjukkan jalan oleh seorang perempuan arah mana yang harus kutuju untuk kembali ke arah Senen. Melalui jalanan yang menanjak ke arah jalan Tol dan harus "mbrobos" pagar besi jalanan, akhirnya aku sampai juga ke pintu tol arah sebaliknya. dan tentu saja dengan bertanya-tanya sana-sini. kebetulan ada seorang mahasiswa dari Universitas yang ada di Kebon Jeruk, aku ditunjukkan jalan tersebut. Alhamdulillah. masih ada orang baik yang nunjukin jalan.
Tiba-tiba SMS berbunyi, Pak Bas SMS : Jam 13.30 dia ada meeting. kalo ndak sempat ketemu, bimbingannya di Kampus aja." ya syukurlah. Aku balas SMS pak bas. Iya pak. saya malah nyasar jalan salah naik mobilnya. bimbingannya di kampus aja dech. tks.
Akhirnya kuputuskan untuk kembali ke Kampus Klender, dan aku naik bus ke arah Kp. Rambutan yang lewat UKI Cawang. karena mobilnya lewat jalan Tol terus, akhirnya di UKI pun turun dinya juga di pinggir pintu tol. dan sekali lagi aku harus "mbrobos" pagar pembatas jalan. Untung ada mbak-mbak juga yang juga lewat jalan yang sama. dan menunjukkan aku jalan mana yang harus aku lalui.
Kalau ingat kejadian itu ..... masya Allah. serem juga ya. celingak-celinguk sendirian cari jalan. untuk ada barengan.. alhamdulillah.
Sampai di Klender, masih banyak pekerjaan yang menumpuk. dan juga ada sedikit terjemahan yang harus kuterjemahkan. Ya beberapa lembar sich. dan lumayan Alhamdulillah bisa untuk bayar listrik, gas, telepon dan PAM bulan ini.
"Terimakasih ya Allah atas karuniaMu kepada hamba hari ini"
Ternyata aku harus rekaman untuk 5 kali siaran sekaligus. Biasanya sich untuk 4 kali siaran. Selesai rekaman sekitar jam 12.30. Berarti aku ada waktu sekitar setengah jam untuk sampai di kantor pak Bas. Untung tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.
Saya SMS pak Bas. bahwa aku akan ke kantornya. masih bolehkan? maklum jam bimbingan jam 11 s.d. jam 13.00. Aku menunggu Bus di depan RRI dengan tujuan ke arah Senen. Tak lama kemudian ada Bus besar yang lewat dan ada tulisannya Senen ...... langsung aja aku naik. Ternyata lama banget kok nggak sampe-sampe. Lalu kondekturnya nanya, emang mau kemana? mau ke Balai Pustaka. Wah... salah. ya sudah nanti turun aja di Kebon Jeruk (maksudnya Pintu Tol Kebon Jeruk). karena memang Busnya sudah masuk jalan Tol.
Sebenarnya aku agak ragu-ragu ... kok nggak sampai-sampai. e... ternyata salah naik mobil.
Sampai di Pintu tol Kebon Jeruk aku kemudian ditunjukkan jalan oleh seorang perempuan arah mana yang harus kutuju untuk kembali ke arah Senen. Melalui jalanan yang menanjak ke arah jalan Tol dan harus "mbrobos" pagar besi jalanan, akhirnya aku sampai juga ke pintu tol arah sebaliknya. dan tentu saja dengan bertanya-tanya sana-sini. kebetulan ada seorang mahasiswa dari Universitas yang ada di Kebon Jeruk, aku ditunjukkan jalan tersebut. Alhamdulillah. masih ada orang baik yang nunjukin jalan.
Tiba-tiba SMS berbunyi, Pak Bas SMS : Jam 13.30 dia ada meeting. kalo ndak sempat ketemu, bimbingannya di Kampus aja." ya syukurlah. Aku balas SMS pak bas. Iya pak. saya malah nyasar jalan salah naik mobilnya. bimbingannya di kampus aja dech. tks.
Akhirnya kuputuskan untuk kembali ke Kampus Klender, dan aku naik bus ke arah Kp. Rambutan yang lewat UKI Cawang. karena mobilnya lewat jalan Tol terus, akhirnya di UKI pun turun dinya juga di pinggir pintu tol. dan sekali lagi aku harus "mbrobos" pagar pembatas jalan. Untung ada mbak-mbak juga yang juga lewat jalan yang sama. dan menunjukkan aku jalan mana yang harus aku lalui.
Kalau ingat kejadian itu ..... masya Allah. serem juga ya. celingak-celinguk sendirian cari jalan. untuk ada barengan.. alhamdulillah.
Sampai di Klender, masih banyak pekerjaan yang menumpuk. dan juga ada sedikit terjemahan yang harus kuterjemahkan. Ya beberapa lembar sich. dan lumayan Alhamdulillah bisa untuk bayar listrik, gas, telepon dan PAM bulan ini.
"Terimakasih ya Allah atas karuniaMu kepada hamba hari ini"
Thursday, June 21, 2007
Konsultasi ke 2

Hari Rabu, Pukul 11.00 - 13.00
adalah jadwal yang diberikan Pak Bas untuk bimbingan Thesis di kantornya.
Pukul 11. 15 aku baru berangkat ke Kantor Pak Bas yang terletak di Gunung Sahari,
tepatnya di Kantor Puspendik Depdiknas.
Ketika aku sampai di kantor Pak Bas, beliau sedang makan siang, karena memang waktunya makan siang, yaitu pukul 12.30.
Lalu aku SMS pak Bas, bahwa aku sudah menunggunya.
Tak lama kemudian, datang kakak kelasku yang juga bimbingan dengan Pak Bas.
Namanya Mikha. Kami menunggu tidak lama, karena sebentar kemudian Pak Bas muncul.
Bimbingan dengan Pak Bas, alhamdulillah berjalan lancar. Variabel penelitian yang kuajukan, katanya masih perlu ditambah. Paling tidak empat variabel. Kalau lebih juga lebih bagus.
Kemudian analisis jalurnya juga harus diubah model konstelasinya.
Ya.... saya menurut ikuti beliau.
dua minggu lagi adalah jadwal konsultasi berikutnya.
berarti, 4 Juli 2007.
Konsultasi hari ini berjalan lancar.
ada satu keyword yang kuingat dari pak Bas
Motivasi...........................
adalah jadwal yang diberikan Pak Bas untuk bimbingan Thesis di kantornya.
Pukul 11. 15 aku baru berangkat ke Kantor Pak Bas yang terletak di Gunung Sahari,
tepatnya di Kantor Puspendik Depdiknas.
Ketika aku sampai di kantor Pak Bas, beliau sedang makan siang, karena memang waktunya makan siang, yaitu pukul 12.30.
Lalu aku SMS pak Bas, bahwa aku sudah menunggunya.
Tak lama kemudian, datang kakak kelasku yang juga bimbingan dengan Pak Bas.
Namanya Mikha. Kami menunggu tidak lama, karena sebentar kemudian Pak Bas muncul.
Bimbingan dengan Pak Bas, alhamdulillah berjalan lancar. Variabel penelitian yang kuajukan, katanya masih perlu ditambah. Paling tidak empat variabel. Kalau lebih juga lebih bagus.
Kemudian analisis jalurnya juga harus diubah model konstelasinya.
Ya.... saya menurut ikuti beliau.
dua minggu lagi adalah jadwal konsultasi berikutnya.
berarti, 4 Juli 2007.
Konsultasi hari ini berjalan lancar.
ada satu keyword yang kuingat dari pak Bas
Motivasi...........................
News from South of Kalimantan
Subscribe to:
Posts (Atom)


