Popular Posts

Monday, November 12, 2007

37 telah terlewati


12 Nopember 2007.
Tak terasa angka 37 telah terlewati
Begitu cepat dan tak terasa,
ternyata sudah kepala tiga
Rasanya baru kemarin lulus sekolah menengah
Rasanya baru kemarin menikmati keceriaan masa remaja
Tak terasa 37 telah terlewati,
dan aku masih sendiri
sementara temen-temen sekolahku
telah sibuk menyiapkan menu tuk sang suami
telah sibuk mengantar anak-anak mereka ke bangku sekolah
sementara aku?
masih sibuk dengan diri sendiri
ya....
jika teman-temanku sibuk dengan keluarganya,
maka aku sibuk dengan diriku sendiri
Tak pernah terpikir,.....
ternyata aku masih sendiri
Tak pernah terlintas
aku akan seperti ini
Dulu ketika usia menjelang 25
aku bercita-cita menjadi ibu rumah tangga
12 tahun lewat.......
aku sibuk dengan karirku.....
karir?
Aku yakin 
rezeki, jodoh, dan maut
adalah kehendakNya
Jadi, jangan salahkan....
ketika aku tak mampu menjawab sebuah pertanyaan
Berapa putranya bu?
Atau ketika aku harus ke luar kota sendirian
tiba-tiba ada pertanyaan
Tidak bersama suami bu?
atau sebuah pertanyaan yang menohok
Sudah menikah bu?
atau ketika sebuah nasehat datang dari teman chatingku
... makanya sekarang kamu harus berusaha mencari jodoh
kupikir iya juga sich ada benarnya.....
tapi kemana aku harus mencari?

Thursday, September 06, 2007

Berita duka

Siang tadi ada sms di hp ku. berita lelayu. temanku di Nasyiah Jogja, mbak Isti Wasingah meninggal dunia. Kutanyakan informasi ini ke Sekretariat NA di Jakarta, apa memang betul Mbak Isti yang bendahara PPNA ? ternyata benar.
Beliau mengalami kecelakaan dan sudah koma beberapa hari di RS Sardjito. Ya... memang usia manusia tidak pernah tahu. Itulah rahasia Ilahi.
Saya baru mendengar berita sakitnya mbak Isti Wasingah juga baru tadi, dari Fina. Rupanya baru beberapa bulan saya tidak ke Menteng, karena kesibukan tugas di kampus, berita tentang sakitnya seorang temanpun tidak sempat kuketahui. Aku justru mendengarnya ketika dia sudah tiada.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahannya serta memberikan tempat yang layak disisiNya. Amien. ( Kamis, 06-09-2007)

Thursday, July 05, 2007

Pesona Kelembutan Islam

Pengajian: Pesona Kelembutan Islam
Oleh: Ustadz Hakamsyah Lc.

Di antara akhlak Nabi Saw. yang paling menonjol, beliau adalah
pribadi yang lemah-lembut. Kesaksian semua orang yang pernah semasa
dengan beliau, menggambarkan bahwa beliau tidak pernah berkata
kasar, tidak pernah mengumpat, dan tidak pernah berlaku bengis.
Bahkan, beliau Saw. tidak pernah marah, kecuali terhadap perbuatan
yang melanggar kehormatan agama.
Dalam ungkapan yang singkat, Dr. Yusuf al-Qardhawi
mengatakan, "Barangsiapa membaca sunnah Rasul Saw., baik dalam
perkataan maupun perbuatan, maka akan menemukan pancaran
kelemahlembutan dalam berdakwah dan interaksi sehari-hari. "
Ada beberapa hikmah yang bisa kita peroleh dari perangai
lemah-lembut, seperti telah dicontohkan oleh Nabi Saw. Yaitu di
antaranya: Pertama, kelemahlembutan bisa membuat kita menjadi
pribadi yang indah. Secara garis besar, Allah Swt. mengkaruniakan
dua keindahan kepada manusia: keindahan fisik, dan keindahan
kepribadian. Manusia pada umumnya mudah terpukau oleh keindahan
fisik. Namun, keindahan fisik ini akan segera kehilangan kesan bila
tingkah-laku dan kata-katanya kasar. Di sinilah, kelemahlembutan
menjadi kunci untuk mewujudkan pribadi yang indah. Nabi Saw.
bersabda:
"Åä Çááå íÚØí Úáì ÇáÑÝÞ ãÇ áÇ íÚØí Úáì ÇáÚäÝ, æãÇ áÇ íÚØí Úáì ãÇ ÓæÇå".
"Sesungguhnya Allah memberi (keutamaan) kepada
kelemahlembutan, yang tidak diberikanNya kepada kekerasan, dan tidak
juga diberikanNya kepada (sifat-sifat) yang lain." (HR. Muslim
dari `Aisyah ra.)
Dalam kesempatan lain, Nabi Saw. bersabda:
"Åä ÇáÑÝÞ áÇ íßæä Ýí ÔíÁ ÅáÇ ÒÇäå, æáÇ íäÒÚ ãä ÔíÁ ÅáÇ ÔÇäå".
"Sesungguhnya kelemahlembutan tidak melekat pada sebuah
pribadi kecuali sebagai perhiasan, dan tidak terlepas darinya
kecuali sebagai keaiban." (HR. Muslim)
Kedua, kelemahlembutan bisa membentuk orang-orang dan
lingkungan di sekitar kita. Banyak Sahabat radhiyalLahu
ta'âlâ `anhum yang memperoleh hidayah (masuk Islam) setelah
menyaksikan pribadi Nabi Saw. yang lemah-lembut. Salah satunya:
Tsumâmah bin Atsâl ra.
Suatu hari, Tsumâmah yang masih musyrik tertangkap dalam
sebuah peperangan melawan kaum Muslimin. Ketika Nabi Saw. menjenguk
para tawanan, beliau sempat bertanya kepada Tsumâmah, "Apa yang
ingin kau katakana, wahai Tsumâmah?"
Tsumâmah menjawab, "Jika kau hendak membunuhku, hai
Muhammad, sesungguhnya kau membunuh seseorang yang memiliki pengaruh
kuat. Jika mau berbuat baik kepadaku, maka kau berbuat baik kepada
orang yang tahu berterima kasih. Dan jika kau ingin harta tebusan,
sebutkan saja berapa pun jumlahnya, pasti akan aku bayar."
Namun Nabi Saw. tidak memerintahkan untuk membunuh Tsumâmah,
atau meminta tebusan darinya. Beliau Saw. malah mengingatkan para
Sahabat ra. agar merawat Tsumâmah dan tawanan lainnya dengan baik.
Demikianlah, sampai tiga kali kesempatan Nabi Saw.
menanyakan hal yang sama kepada Tsumâmah, ia terus menantang untuk
dibunuh saja atau membayar tebusan dalam jumlah yang besar.
Setelah para tawanan tersebut dirawat hingga pulih kondisi
mereka, alih-alih mereka dibunuh atau dimintai uang tebusan; Nabi
Saw. dengan senyum mengembang malah membebaskan mereka tanpa syarat
dan menyuruh mereka untuk kembali kepada keluarga masing.
Tsumâmah pun beranjak meninggalkan Nabi Saw dan para Sahabat
ra. Namun tak lama berselang, ia kembali menghadap Nabi Saw.,
mengikrarkan keislamannya. Lalu ia berkata, "Sungguh, wahai
Rasulullah, sebelum ini tiada orang yang paling saya benci di dunia
selain anda. Tapi sekarang anda menjadi orang yang paling saya
cintai di dunia ini." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketiga, kelemahlembutan adalah pelindung hati dari noda dan
penyakit kalbu. Yang perlu disadari, ketika kita berkata kasar dan
mengumpat, sebenarnya kita tidak sedang merugikan orang lain. Tapi,
terlebih lagi, kita sedang menodai hati kita sendiri, mengotorinya
dengan kekasaran, serta membuatnya menjadi keras.
Suatu kali, Nabi Saw. tengah dudukbersama Aisyah ra. Lalu
melintaslah sekelompok orang Yahudi di hadapan beliau. Tiba-tiba
mereka menyapa Nabi Saw. dengan memelesetkan
ungkapan "Assalâmu'alaikum" menjadi "Assâmu `alaika"—kebinasaan
atasmu, hai Muhammad.
Mendengar serapah orang-orang Yahudi itu, Aisyah ra. naik
pitam dan balik memaki mereka. Namun Nabi Saw. segera menenangkan
Aisyah ra. dan memintanya agar tidak mengotori mulut dan hatinya
dengan kekasaran dan kebencian. Lalu beliau memberikan alasan:
"Åä Çááå ÑÝíÞ æíÍÈ ÇáÑÝÞ Ýí ÇáÃãÑ ßáå".
"Sesungguhnya Allah Swt. lembut, dan menyukai
kelemahlembutan dalam segala hal." (HR. al-Bukhari)

Lemah-lembut dalam tutur kata, lemah-lembut dalam canda,
serta lemah-lembut dalam tingkah-laku ternyata merupakan salah satu
keteladanan yang paling menonjol dalam diri Rasulullah Saw. Dan saat
ini, dalam keseharian kita, baik dalam lingkup kehidupan sosial yang
paling kecil hingga yang paling besar; betapa kita menghajatkan
keteladanan ini demi terus menjaga keseimbangan sosial yang kita
miliki. Toh Allah Swt. telah berfirman:
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan
yang baik bagimu; yaitu bagi orang-orang yang mengharap (keridhaan)
Allah…" (Al-Ahzâb; 21)
Kelemahlembutan bukan indikasi ketidakberdayaan, tetapi
merupakan tanda kemampuan untuk mengendalikan diri. Sebaliknya,
kekasaran bukan tanda kekuasaan, namun tanda kerapuhan emosional dan
kelemahan kepribadian.
Pada titik singgung ini, Nabi Saw. bersabda:
"ÅÐÇ ÃÍÈø Çááå ÚÈÏÇ ÃÚØÇå ÇáÑÝÞ. æãÇ ãä Ãåá ÈíÊ íÍÑøãæä ÇáÑÝÞ ÅáÇ
ÍÑøãæÇ ÇáÎíÑ".
"Apabila Allah Swt. menyukai seorang hamba, maka Ia akan
mengkaruniainya kelemahlembutan. Dan barangsiapa dari keluargaku
yang mengharamkan/ menjauhi kelemahlembutan, maka sesungguhnya dia
telah menjauhi kebaikan." (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Doa untuk Simbok

Ya Allah lewat Blog ini saya berdoa untuk ibu saya, nenek dan kakek saya yang telah mendahului kami.
"Allahumagfirli wali walidaya warhamhuma kama robbayani saghira"
Ya Allah ampunilah dosa-dosa kedua orangtua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil.
Ya Allah,
ampunilah dosa dan kesalahan ibu saya
sayangilah dia sebagaimana dia menyayangi kami di waktu kecil
berilah dia rahmat dan kasih sayangMu
balaslah setiap kebaikan yang ia lakukan
dan ampunilah setiap titik kesalahannya
Ya Allah ampunilah dosa nenek dan kakek kami
yang telah mendahului kami
berilah mereka tempat yang layak di sisimu
berilah mereka rahmat dan kasih sayangMu
pertemukanlah kami dalam rahmatMu
Amien.

Hari yang penuh perjuangan

Rabu, 4 Juli 2007. Aku ada janji rekaman untuk acara siaran SIPITUNG (Siaran Pemuda Pilar Tunas Bangsa) di RRI Medan Merdeka pukul 10. pagi. Dari Kampus Klender aku berangkat pukul 08.30. Berarti aku ada waktu perjalanan kurang lebih 1 1/2 jam. Ternyata jalanan macet. Dari kampung melayu naik mobil 01 arah Senen. Kemudian turun di Poli. dari situ naik Bajaj bayar 7000. Sepanjang jalan sudah ditelpon oleh Mbak Iren. Katanya narasaumber Dr. Ade Hikmat sudah datang di RRI. Sampai di RRI yang lumayan telat setengah jam. Rencananya habis rekaman aku mau langsung bimbingan ke Pak Bas di Puspendik. Semua bahan proposal sudah tadi malam kuselesaikan sampai jam 11 malam.
Ternyata aku harus rekaman untuk 5 kali siaran sekaligus. Biasanya sich untuk 4 kali siaran. Selesai rekaman sekitar jam 12.30. Berarti aku ada waktu sekitar setengah jam untuk sampai di kantor pak Bas. Untung tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.
Saya SMS pak Bas. bahwa aku akan ke kantornya. masih bolehkan? maklum jam bimbingan jam 11 s.d. jam 13.00. Aku menunggu Bus di depan RRI dengan tujuan ke arah Senen. Tak lama kemudian ada Bus besar yang lewat dan ada tulisannya Senen ...... langsung aja aku naik. Ternyata lama banget kok nggak sampe-sampe. Lalu kondekturnya nanya, emang mau kemana? mau ke Balai Pustaka.  Wah... salah. ya sudah nanti turun aja di Kebon Jeruk (maksudnya Pintu Tol Kebon Jeruk). karena memang Busnya sudah masuk jalan Tol. 
Sebenarnya aku agak ragu-ragu ... kok nggak sampai-sampai. e... ternyata salah naik mobil.
Sampai di Pintu tol Kebon Jeruk aku kemudian ditunjukkan jalan oleh seorang perempuan arah mana yang harus kutuju untuk kembali ke arah Senen. Melalui jalanan yang menanjak ke arah jalan Tol dan harus "mbrobos" pagar besi jalanan, akhirnya aku sampai juga ke pintu tol arah sebaliknya. dan tentu saja dengan bertanya-tanya sana-sini. kebetulan ada seorang mahasiswa dari Universitas yang ada di Kebon Jeruk, aku ditunjukkan jalan tersebut. Alhamdulillah. masih ada orang baik yang nunjukin jalan.
Tiba-tiba SMS berbunyi, Pak Bas SMS : Jam 13.30 dia ada meeting. kalo ndak sempat ketemu, bimbingannya di Kampus aja." ya syukurlah. Aku balas SMS pak bas. Iya pak. saya malah nyasar jalan salah naik mobilnya. bimbingannya di kampus aja dech. tks.
Akhirnya kuputuskan untuk kembali ke Kampus Klender, dan aku naik bus ke arah Kp. Rambutan yang lewat UKI Cawang. karena mobilnya lewat jalan Tol terus, akhirnya di UKI pun turun dinya juga di pinggir pintu tol. dan sekali lagi aku harus "mbrobos" pagar pembatas jalan. Untung ada mbak-mbak juga yang juga lewat jalan yang sama. dan menunjukkan aku jalan mana yang harus aku lalui.
Kalau ingat kejadian itu ..... masya Allah. serem juga ya. celingak-celinguk sendirian cari jalan. untuk ada barengan.. alhamdulillah.
Sampai di Klender, masih banyak pekerjaan yang menumpuk. dan juga ada sedikit terjemahan yang harus kuterjemahkan. Ya beberapa lembar sich. dan lumayan Alhamdulillah bisa untuk bayar listrik, gas, telepon dan PAM bulan ini.
"Terimakasih ya Allah atas karuniaMu kepada hamba hari ini"

Thursday, June 21, 2007

Konsultasi ke 2


Hari Rabu, Pukul 11.00 - 13.00
adalah jadwal yang diberikan Pak Bas untuk bimbingan Thesis di kantornya.
Pukul 11. 15 aku baru berangkat ke Kantor Pak Bas yang terletak di Gunung Sahari,
tepatnya di Kantor Puspendik Depdiknas.
Ketika aku sampai di kantor Pak Bas, beliau sedang makan siang, karena memang waktunya makan siang, yaitu pukul 12.30.
Lalu aku SMS pak Bas, bahwa aku sudah menunggunya.
Tak lama kemudian, datang kakak kelasku yang juga bimbingan dengan Pak Bas.
Namanya Mikha. Kami menunggu tidak lama, karena sebentar kemudian Pak Bas muncul.
Bimbingan dengan Pak Bas, alhamdulillah berjalan lancar. Variabel penelitian yang kuajukan, katanya masih perlu ditambah. Paling tidak empat variabel. Kalau lebih juga lebih bagus.
Kemudian analisis jalurnya juga harus diubah model konstelasinya.
Ya.... saya menurut ikuti beliau.
dua minggu lagi adalah jadwal konsultasi berikutnya.
berarti, 4 Juli 2007.
Konsultasi hari ini berjalan lancar.
ada satu keyword yang kuingat dari pak Bas
Motivasi...........................

News from South of Kalimantan


News from South of Kalimantan
My old friend send me message. He asked me about my email address.
I send him my email address.
Now, I can contact him by YM. I can share with him about my experience.
Yes, everything about life, I think.



foto dengan temen-temen

Sunday, April 29, 2007

tawaran job

Sabtu kemarin, dosen pengganti pak pranata udah mulai masuk. Namanya pak Heru.Beliau baru pulang dari Amrik delapan bulan yang lalu. dan udah 12 tahun menetap di Amrik. S2 dan S3 diselesaikan di sana. Beliau menyebut dirinya sebagai Direktur Bank Soal. Maksudnya Bank Persoalan. hee.   hee... hee.
Untuk urusan soal-soal Ujian beliau ini Kepalanya. oh ya Beliau mengampu mata kuliah Pengembangan Instrumen.
hari pertama sich masih perkenalan.
Dia menawarkan kepada para mahasiswa untuk magang di tempatnya. side job lah. 10 jam per minggu. Untuk mahasiswa yang menguasai bahasa Inggris, Bahasa Indonesia.
Sebenarnya tawaran ini menarik buatku. Tapi, sepertinya aku belum sanggup menerima tawaran ini. Aku ingin konsentrasi ke kuliahku dulu.
Disamping itu pekerjaan di kantorku juga banyak. Takut terbengkalai.
Tapi ada baiknya dipikirkan juga .... lho....

Thursday, April 12, 2007

jodoh dan kedewasaan

Hakekat Perkawinan - Sekedar Kutipan:





Untuk Suami & Istri
Pernikahan ataupun Perkawinan Membuka Tabir Rahasia
Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah Semulia Muhammad,
Tidaklah Setakwa Ibrahim,
Pun Tidak Setabah Ayub,
Ataupun Segagah Musa,
Apalagi Setampan Yusuf,
Justru Suamimu
Hanyalah Pria Akhir Zaman
Yang Punya Cita-Cita
Membangun keturunan yang soleh
Pernikahan ataupun Perkawinan Mengajari Kita Kewajiban Bersama
Suami Menjadi Pelindung, Istri penghuninya
Suami Nahkoda kapal, Istri Navigatornya
Jika Suami balita yang nakal, maka Istrilah penuntun kenakalannya
Saat Suami menjadi Raja, Istri menikmati Anggur Singgasananya
Seandainya Suami masinis yang lancang, Sabarlah memperingatkannya,
Pernikahan ataupun Perkawinan mengajarkan kita perlunya Iman dan Takwa
Untuk belajar meniti Sabar & Ridho
Karena memiliki Suami yang tak segagah mana
Ataupun Istri yang tak secantik siapa
Justru kau akan tersentak dari Alpa
Istri yang kau nikahi
Bukanlah Khadijah yang begitu sempurna didalam menjaga
Pun Bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara
Istri yang kau nikahi
Cuma Wanita akhir zaman yang berusaha menjadi soleh....

Jodoh dan Kedewasaan Kita

Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para
Muslimah. Kemana pun mereka melangkah,
pertanyaan-pertanyaan "kreatif" tiada henti
membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang
pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda
menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku
jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau
jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?

Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita.
Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu
bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan
rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius
tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala
sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada
mulanya, kriteria calon hanya menjadi 'bagian
masalah', namun kemudian justru menjadi inti
permasalahan itu sendiri.

Di sini orang berlomba mengajukan "standardisasi"
calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan
luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang
keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.


Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan,
"Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?" Memang, ada
juga jawaban lain, "Saya tidak pernah menuntut. Yang
penting bagi saya calon yang shalih saja." Sayangnya,
jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai
menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar
senyum pun mahal.

Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih
cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat
superior (serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon
memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah
menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah.
Pengalaman riil di lapangan kerap kali
menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama
ini.

Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung
pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu,
menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus
menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka
hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan
untuk menjemput kehidupan rumah tangga.

Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah,
bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang
India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa
kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku
dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang
kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap
menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri
untuk berletih-letih membina keluarga.

Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan
individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih
berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai
penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa
yang dia impikan?

Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi
muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka
sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan
yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk
meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus
ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya.
Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan
itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari
siapa pun.

Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh,
jika kita tidak pernah siap untuk itu? "Tidaklah Allah
membebani seseorang melainkan sekadar sesuai
kesanggupannya." (QS Al Baqarah, 286). Di balik
fenomena "telat nikah" sebenarnya ada bukti-bukti
kasih sayang Allah SWT.

Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu
akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati
seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita
kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan
lapang dada.

Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun
bertanyalah, sudah dewasakah aku?

Wallahu a'lam bisshawaab.











 

Monday, April 09, 2007

Sendiri

Adikku memutuskan untuk kembali ke kampung menemani ayahku yang sendiri, sejak kepergian Simbok. 
Dan kini aku menempati rumah kontrakanku yang cukup luas (menurutku) sendirian. Rumah itu terdiri dari dua kamar yang cukup besar.
ruang tamu, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi. Jika malam, semua lampu kunyalakan semua, dan TV pun kunyalakan sampai pagi.
Rasanya menempati rumah itu sendirian terlalu besar untukku. Padahal baru 5 bulan aku menempati rumah itu.
Rencanaku 5 bulan yang lalu, ketika aku memutuskan untuk mengontrak rumah ini adalah, aku tinggal berdua dengan adikku.
Dan dia mempunyai rencana untuk membuka praktek akupuntur di rumah tsb. Satu persatu peralatan dia beli. tinggal beli tempat tidur untuk kamar periksa.
Tapi belum ada uang. 
Sekarang rencana itu tinggal kenangan. Adikku kembali ke kampung menemani ayahku.
Ternyata hidup sendiri itu .... ada perasaan-perasaan yang muncul...
Aku membayangkan ayahku... sekarang sendiri,
anaknya cuma 2 orang
aku anak terbesar yang harus berjuang, bekerja untuk hidup dan kuliah
adikku anak terkecil yang saat ini menemani ayahku...
aku tak bisa bayangkan...
kehidupan di desa...
kalau tidak punya pekerjaan... sangat susah
Ya Allah lindungilah ayah dan adikku di kampung
mudahkan urusannya, lancarkan rizkinya
sejahterakanlah hidupnya ya Allah.
Amien ya Robbal 'alamin. 

www.rumahbeasiswa.com

Monday, April 02, 2007

Innalillahi wainna ilaihi raji'un

 Rabu, 21 maret 2007
Sekitar pukul 11.30 sepupuku menelponku mengabarkan bahwa Simbok meninggal. Tak terasa air mataku mengalir tak terbendung, dan suaraku tercekat. Susah aku tuk bicara. Innalillahi wainna ilaihi raji'un. Niatku untuk pulang ke klaten setelah gajian bulan Maret, ternyata aku harus pulang lebih cepat. Ibuku meninggal.
Aku segera menelepon kepala kantorku dan mengabarkan berita duka ini. Dan dengan segala kebaikan Pimpinan fakultasku, akhirnya siang itu juga aku terbang ke Jogja. Dengan Batavia Air, aku dan adikku berurai airmata, dan berharap aku dapat menyaksikan jasad terakhir Simbok. Telepon dari Klaten terus berdering sepanjang perjalanan menuju bandara, dan aku katakan Tolong tunggu kami, kami sedang di bandara, sambil menangis memohon agar kami ditunggu. 45 menit perjalanan di udara, terasa begitu lama. akhirnya aku dan adikku tiba di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta. Begitu tiba di Bandara langsung kupesan taksi segera meluncur ke Karanganom. Dan kucoba telepon ke kampung, tuk memastikan, bahwa kami telah datang dan menanyakan tentang Simbok.
Ternyata, Simbok sudah dikuburkan.
Meski sedih, kucoba tuk tabahkan hati, bagaimanapun ibuku telah diurus dengan sebaik-baiknya sebagaimana layaknya. Dari memandikan, mengafani, menyolatkan, dan menguburkan telah dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat di kampungku.
Setiba dirumah, langsung kupeluk ayahkudan kubersimpuh dihadapannya sambil memohon maaf. Tak terbendung suah airmata ini.
Hari ini adalah hari duka cita bagiku.
Simbok yang sangat kucintai telah pergi menghadap Illahi
Aku belum mampu untuk membahagiakan selama hidupnya
Sekarang hanya doa yang dapat kupanjatkan untuk ibuku tercinta
Semoga Allah mengampuni segaladosa dan kesalahannya
dan menerima semua amal kebaikannya
dan menempatkan di dalam kasih dan sayangNya.
Robbigfirli waliwalidaya warhamhuma kama robbayani shoghira.
SMS duka cita dan belasungkawa memenuhi HPku
Surat duka cita dan kunjungan teman-teman memberikan ucapan duka cita
menjadi penghibur dalam duka ini, setidaknya aku tidak sendiri
banyak teman-teman yang bersimpati
banyak doa-doa mengalir dengan tulus untuk Simbok
Semoga husnul khatimah.
Karanganom, 21 Maret 2007

Friday, March 09, 2007

belajar jadi editor

selama kurang lebih seminggu ( 25-2-07 sd 2-03-070 aku mengikuti diklat editor buku yang diadakan oleh PUSGRAFIN bertempat di HT. Graha Dinar, Cisarua, Puncak.
banyak ilmu yang saya dapatkan dengan mengikuti pelatihan ini. selain itu saya banyak kenal dengan orang-orang pinter, Doktor-doktor muda yang bersahaja dan rendah hati serta tidak sombong. mereka ramah-ramah. disamping itu banyak juga kenalan editor dari university press. ada mbak rikrik dari ITB Press, bu Dr. Endang dari STIS Bandung, Pak Sarifudin anwar, Dr dari UNP Padang, Dr. Ice dari UNP Padang, Pak Arif dari Banten, mbak Dewi dari wonogiri, mbak ika dari UGM, dll. yang tidak dapat saya sebut namanya mereka datang dari Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan.

Wednesday, January 24, 2007

My Diary

13-Jan-2007 : 12:21:32
He sent message "Is bapakmu jangan kamu suruh ke Jakarta dulu aku belum siap"
(aku mulai bertanya-tanya ada apakah ini? Timbul keraguan dalam diriku! kucoba ber husnudzon kepadanya. masa sich dia nggak serius, lha wong kemarin kita berdua sudah belanja-belanja di Tanah Abang untuk acara lamaran kok.. dan rencananya sore ini sepulang kuliah mau beli sepatu......)

13-Jan-2007 : 18:53:29
He sent message " Is saya ada urusan saya tdk antar mohon maaf"
(keraguanku muncul kembali......... berarti sore ini tidak jadi beli sepatu...)

14-Jan-2007 : 02:00:01
ku bermunajat padaNya
"Ya Allah jika dia jodohku mudahkan dan dekatkan, jika bukan jauhkan sejauh-jauhnya dan berilah aku pengganti yang lebih baik darinya dan yang engkau Ridhoi"

15-Jan-2007 : 08:07:05
Sekali lagi ku bermunajat di waktu Dhuha ini."Ya Allah jika dia jodohku mudahkan dan dekatkan, jika bukan jauhkan sejauh-jauhnya dan berilah aku pengganti yang lebih baik darinya dan yang engkau Ridhoi"

15-Jan-2007:09:45:14
He sent message " Assalamu'alaikum is mohon doa & tawakal saya jadi ragu dan enggan untuk ke arah sana mohon kesabaran dan maaf. T.....k

(Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah atas jawaban keraguanku............) Secepat itu aku mendapatkan jawaban.

Lalu bagaimana dengan orangtuaku? Alasan apa yang akan kusampaikan padanya mengenai pembatalan rencana pernikahan ini? dan juga kepada saudara-saudaraku di kampung?
Aku belum berniat memberitahukan ini kepadanya, khawatir kekecewaan orangtuaku dan kesedihannya mendengar kabar buruk ini.

Sunday, January 21, 2007

Ng"MC" di Cianjur



aku sedang ng"MC" di Desa Bina Kasih, Cianjur dalam acara Baksos FMIPA UHAMKA Jakarta

TAHUN BARU HIJRIYAH 1428H


Tahun Baru 1428 H ini kuawali dengan mengikuti kegiatan Bakti Sosial di Desa Binakasih, Cianjur. Bersama dengan Pimpinan Fakultas MIPA UHAMKA, dosen serta mahasiswa mengadakan kegiatan di sana. Kami berangkat dari Jakarta Pukul 06.00. Aku kebagian tugas sebagai MC.

Tuesday, December 26, 2006

namaku masih sama


namaku masih sama SEKAR MENUR. Saat ini aku sedang berjuang untuk membiayai Kuliah S2 serta membiayai hidupku di kota metropolitan, yang sebenarnya ingin kutinggalkan setelah aku menyelesaikan S1 di kota ini. Tapi ternyata aku betah disini dan melanjutkan kuliah di S2. Sebenarnya aku pingin tinggal bersama ibu dan ayahku di desaku tercinta. ..

Monday, April 17, 2006

SEKAR MENUR

Namanya SEKAR MENUR. terlahir di sebuah dusun kecil di lereng gunung Merapi. Gunung yang terletak di perbatasan Jogja dan Jawa Tengah.
Powered By Blogger